Menu

Mode Gelap
Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Tewah Serahkan Ratusan Kilogram Jagung Hibrida ke Bulog Perteguh Jiwa Patriotisme, Polres Gunung Mas Gelar Upacara Kesadaran Nasional Kabupaten Katingan Fokuskan Pemulihan Korban Kebakaran, Bupati Saiful Minta Penyaluran Bantuan Terkoordinasi Pastikan Pasokan Aman, Bupati Katingan Saiful Tinjau Kondisi Pasar Tumbang Samba Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung Targetkan Kemenangan 2029, Kepengurusan PKB Kalteng Masa Bakti 2026-2031 Resmi Kukuhkan

Berita Utama

FGD Digelar Rangka Kajian Faktor Sosio Ekonomi dan Demografi

badge-check


					Kepala Bapperida Gunung Mas  Yantrio Aulia bersama Ketua Tim Peneliti Nila Susanti, dr Rina Sari sedang berfoto bersama perserta FGD di aula Bepperida setempat, Jumat (14/06/24) Perbesar

Kepala Bapperida Gunung Mas Yantrio Aulia bersama Ketua Tim Peneliti Nila Susanti, dr Rina Sari sedang berfoto bersama perserta FGD di aula Bepperida setempat, Jumat (14/06/24)

KUALA KURUN, Halokalteng – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gunung Mas bersama pihak terkait menggelar kegiatan Focus Group Diskusi (FGD) dalam rangka kajian faktor sosio-ekonomi dan demografi, serta dukungan pemerintah daerah pada keluarga dengan balita stunting di Kabupaten Gunung Mas dan Murung Raya.

Sekda Gunung Mas Richard FL melalui Kepala Bapperida Yantrio Aulia menjelaskan, ini merupakan upaya percepatan penurunan stunting telah diarahkan untuk mencapai target prevalensi Indonesia, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Gunung Mas.

Yantrio menyebutkan, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kalteng, sebesar 26,9 persen, serta Kabupaten Gumas sebesar 17,9 persen. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) sumber Kemenkes RI Tahun 2023 prevalensi Stunting Indonesia sebesar 21,5 persen, Kalteng sebesar 23, 5 persen, dan Gunung Mas 12,9 persen.

“Harapan kami dalam kajian ini, dapat memberikan gambaran. Apa saja hal-hal yang selama ini terlewatkan dan belum optimal yang dilaksanakan, sehingga menjadi bahan masukan untuk kebijakan lebih lanjut,” ucap Yantrio Aulia, Jumat (14/06/24).

Menurut dia, data prevalensi stunting kabupaten Gunung Mas yang rendah dibanding angka nasional dan propinsi, dan ini merupakan kerja keras selama ini tidak lah sia-sia, Upaya ini bukan semata tentang penurunan angka prevalensi, melainkan juga tentang peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Upaya kita saat ini akan menentukan mutu generasi penerus bangsa, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan pembangunan Kabupaten Gunung Mas di masa depan,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Peneliti Nila Susanti menjelaskan, kajian faktor Sosio-Ekonomi dan demografi serta dukungan pemerintah daerah pada keluarga dengan balita stunting menjadi topik yang sangat relevan dan mendesak untuk dibahas.

Ditegaskannya, problem stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang komprehensif dari berbagai aspek, termasuk aspek sosio-ekonomi, demografi, dan dukungan pemerintah.

“Kami berharap bahwa melalui diskusi ini, para peserta dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan ide-ide inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan upaya dalam penanggulangan stunting di Indonesia ini,” demikian dia. (Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Tewah Serahkan Ratusan Kilogram Jagung Hibrida ke Bulog

19 Februari 2026 - 18:52 WIB

Perteguh Jiwa Patriotisme, Polres Gunung Mas Gelar Upacara Kesadaran Nasional

18 Februari 2026 - 19:55 WIB

Kabupaten Katingan Fokuskan Pemulihan Korban Kebakaran, Bupati Saiful Minta Penyaluran Bantuan Terkoordinasi

17 Februari 2026 - 18:55 WIB

Pastikan Pasokan Aman, Bupati Katingan Saiful Tinjau Kondisi Pasar Tumbang Samba

17 Februari 2026 - 15:57 WIB

Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung

14 Februari 2026 - 20:58 WIB

Trending di Berita Utama