Menu

Mode Gelap
Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung Targetkan Kemenangan 2029, Kepengurusan PKB Kalteng Masa Bakti 2026-2031 Resmi Kukuhkan Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030 TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial Pemkab Katingan Lakukan Pelantikan 39 Pejabat, Perkuat Struktur Birokrasi

Berita Utama

Kasus Stunting di Gumas Mengalami Penurunan

badge-check


					PIMPIN RAPAT - Wabup Gumas, Efrensia LP Umbing saat memimpin rapat Aksi 1 Analisis Strategi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gumas di Aula Bappedalitbang, Rabu (22/02/2023). (FOTO: IST) Perbesar

PIMPIN RAPAT - Wabup Gumas, Efrensia LP Umbing saat memimpin rapat Aksi 1 Analisis Strategi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gumas di Aula Bappedalitbang, Rabu (22/02/2023). (FOTO: IST)

KUALA KURUN – Pendekatan penurunan stunting diarahkan pada aspek pencegahan dengan memperluas sasaran-sasaran strategis terutama pada sektor hulu melalui sasaran remaja putri, calon pengantin, pasangan usia subur hingga sasaran ibu dan bayi yang memiliki resiko stunting hingga usia lima tahun.

Demikian disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Gunung Mas (Gumas) Efrensia LP Umbing saat membacakan sambutan bupati pada rapat Aksi 1 Analisis Strategi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Gumas di Aula Bappedalitbang, Rabu (22/02/2023).

“Untuk memastikan aksesibilitas layanan bagi seluruh sasaran prioritas tersebut, koordinasi lintas sektor diperkuat oleh tim pendampingan keluarga untuk memastikan seluruh intervensi tidak hanya diterima namun dimanfaatkan oleh sasaran prioritas,” kata wabup.

Ia mengurai, dari hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tahun 2022 kasus stunting di Gumas mengalami penurunan sebesar 17,9 persen, dari tahun 2021 sebesar 35,9 persen.

Sedangkan hasil analisis pengukuran tingkat kecamatan dari data Elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Agustus 2022, stunting di Gumas mengalami penurunan sebesar 18,34 persen.

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Perpres makin memperkuat kerangka intervensi dan kelembagaan dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting, baik di tingkat pusat dan daerah untuk mencapai prevalensi stunting 14 persen pada tahun 2024 sesuai dengan RPJMN 2020-2024.

“Pemerintah melakukan intervensi melalui pendekatan multisektor yang mengarah pada peningkatan kualitas intervensi spesifik dan sensitif, terutama melalui pemenuhan seluruh indikator sebagaimana tertuang dalam lampiran Perpres 72 Tahun 2021,”jabarnya.

Menurutnya, penurunan stunting di Gumas terjadi karena kolaborasi yang baik dari semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama dalam penanganan stunting

Penanggulangan stunting harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Penanggulangan stunting juga bagian dari misi Pemkab Gumas yaitu meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM) khususnya bidang kesehatan.

“Seluruh perangkat daerah, lintas sektor terkait serta seluruh masyarakat Gunung Mas, menjadikan stunting masalah bersama yang membutuhkan penanganan dalam semua tingkat, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehingga produktivitas masyarakat meningkat,” kata Wabup. (vri)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung

14 Februari 2026 - 20:58 WIB

Targetkan Kemenangan 2029, Kepengurusan PKB Kalteng Masa Bakti 2026-2031 Resmi Kukuhkan

14 Februari 2026 - 13:09 WIB

Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI

13 Februari 2026 - 16:10 WIB

Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030

12 Februari 2026 - 14:28 WIB

TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial

11 Februari 2026 - 15:43 WIB

Trending di Berita Utama