Menu

Mode Gelap
Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran Polsek Sepang Kawal Distribusi MBG di Mihing Raya

Berita Utama

Bupati Katingan Luncurkan Gerakan Menanam Cabai Untuk Kendalikan Inflasi

badge-check


					FOTO : Bupati Katingan Saiful, saat kegiatan gerakan menanam cabai. Perbesar

FOTO : Bupati Katingan Saiful, saat kegiatan gerakan menanam cabai.

KASONGAN – HaloKalteng.com – Dalam upaya mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Katingan, Bupati Katingan Saiful meluncurkan Gerakan Menanam Cabai yang dipusatkan di Kelompok Tani Averda, Jalan Soekarno Hatta, Kereng Batu, Kecamatan Katingan Hilir, pada Jumat 2 Mei 2025.

Bupati Katingan, Saiful, menegaskan bahwa penanaman cabai merupakan langkah konkret dalam menekan inflasi daerah. Ia menyebutkan bahwa sekitar 75 persen masyarakat Indonesia adalah penggemar cabai, sehingga komoditas ini memiliki dampak besar terhadap stabilitas harga.

“Penanaman cabai adalah ujung tombak kita dalam menurunkan beban inflasi. Saya minta kelompok tani fokus dan berkoordinasi aktif dengan dinas jika ada kendala di lapangan,” jelas Saiful.

Selain cabai, Dia juga menyoroti harga komoditas lain seperti daging ayam yang dinilai masih tinggi. Ia menyesalkan bahwa meskipun banyak kandang ayam berada di Katingan, harga ayam justru lebih mahal dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Palangka Raya.

“Kita ini hanya kebagian lalatnya saja, tapi harga ayam tetap mahal. Ini harus segera dikoordinasikan dan dicari solusinya,” ujarnya.

Saiful juga sangat mengapresiasi para petani yang telah konsisten dalam budidaya cabai. Karena diharapkan produksi cabai lokal terus meningkat agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga stabilitas harga di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan, Mozard D. Staing mengungkapkan bahwa tingginya harga cabai selama ini disebabkan oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah. Hal ini membuat harga cabai mudah melonjak saat produksi lokal menurun.

“Ini adalah dilema sektor pertanian. Jika produksi rendah, harga tinggi dan membebani masyarakat. Tapi jika produksi melimpah tanpa pengelolaan, harga bisa jatuh dan merugikan petani,” jelas Mozard.

Dia menambahkan bahwa wilayah hulu seperti Marikit dan Pendahara telah diusulkan dalam program bantuan pemerintah pusat, dengan target sembilan desa untuk menanam cabai, terong, dan sayuran lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat daerah, penyuluh pertanian, dan anggota Kelompok Tani Averda selaku pelaksana penanaman cabai. (AN)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya

28 Februari 2026 - 19:43 WIB

Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

26 Februari 2026 - 15:02 WIB

Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran

25 Februari 2026 - 17:15 WIB

Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi

25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran

24 Februari 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama