Menu

Mode Gelap
Piket Pamapta Polres Gunung Mas Intensifkan Patroli Dialogis di Perbankan dan Pasar Kuala Kurun Program Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Riil di Lapangan Fokus Benahi PDAM, Amory Handewa Jaya Ditunjuk sebagai Plt Direktur Paripurna DPRD, Pemkab Katingan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Capaian Anggaran Tinggi Musrenbang RKPD 2027, Bupati Katingan Dorong Program Tepat Sasaran Tunas Jagung Polres Gunung Mas Tumbuh Subur di Lahan Dua Hektare

Berita Utama

Perayaan Harganas di Kotim Dihadiri Pj Bupati Gumas

badge-check


					Pj Bupati Gumas Herson B. Aden saat menghadiri kegiatan Harganas di Kota Sampit, Kamis (5/9) lalu. Perbesar

Pj Bupati Gumas Herson B. Aden saat menghadiri kegiatan Harganas di Kota Sampit, Kamis (5/9) lalu.

KUALA KURUN, Halokalteng.com – Pemkab Gunung Mas (Gumas ) beserta jajarannya menghadiri kegiatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi ke-31, Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi ke-40 dan Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-Kalteng di Kabupaten Kotim, pada Kamis 05 September 2024.

Pj Bupati Gunung Mas (Gumas) Herson B. Aden didampingi Istrinya Shella juga menghadiri kegiatan Harganas di Kotim tersebut, merupakan kebenggan tersendiri, karena Kabupaten Gumas merupakan kabupaten peringkat terendah dalam penanganan stunting.

Baca Juga : Pj Bupati Katingan Buka Secara Resmi Jalan Sehat Pemilu Damai 2024

“Ya kami sangat bangga daerah kita Gumas, tahun lalu kita meraih predikat pertama terendah untuk penanganan stunting, dan kita sangat apresiasi sekali atas kerjasama antara lintas sektor di Gumas dan itu tidak mudah mencapai angka 12,9 persen,” ucap Herson B Aden, dikomfirmasi, Minggu (8/9/2024).

Menurutnya, tantangan terbesar dalam pembangunan keluarga adalah tingginya prevalensi stunting yang mana sebagai salah satu indikator kualitas SDM. Hal ini harus dapat diatasi karena dapat berdampak pada masa depan, termasuk penurunan produktivitas.

Baca Juga : Dewan Dorong Masyarakat Tetap Ciptakan Lingkungan Bersih

“Fokus dalam waktu dekat ini adalah intervensi atau pendampingan terhadap Calon Pengantin (Catin), ibu hamil, dan balita. Kami harap balita yang mengalami masalah gizi, berdasarkan hasil intervensi serentak di Posyandu,” ujarnya.

Lalu sambung dia, di Posyandu juga dapat mendapatkan intervensi baik yang spesifik seperti ASI dan PMT maupun yang sensitif seperti penyediaan air bersih, sanitasi, dan pelayanan KB yang komprehensif.

“Maka kita berharap prevalensi stunting di Gumas terus menurun, dan tidak ada lagi anak-anak kita yang terkena stunting,” tandas Herson. (red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Piket Pamapta Polres Gunung Mas Intensifkan Patroli Dialogis di Perbankan dan Pasar Kuala Kurun

1 April 2026 - 15:04 WIB

Program Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Riil di Lapangan

31 Maret 2026 - 13:14 WIB

Fokus Benahi PDAM, Amory Handewa Jaya Ditunjuk sebagai Plt Direktur

30 Maret 2026 - 18:37 WIB

Paripurna DPRD, Pemkab Katingan Sampaikan LKPJ 2025 dengan Capaian Anggaran Tinggi

30 Maret 2026 - 18:33 WIB

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Katingan Dorong Program Tepat Sasaran

30 Maret 2026 - 15:25 WIB

Trending di Berita Utama