Menu

Mode Gelap
Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran Polsek Sepang Kawal Distribusi MBG di Mihing Raya

Berita Utama

9 Titik Hot Spot, BPBD Gumas Tetapkan Status Tanggap Siaga

badge-check


					Kepala BPBD Gumas Champili dan Sekbannya Atis (satu kiri) saat dikomfirmasi di ruang kerja sekban setempat, Rabu (14/8/2024). Perbesar

Kepala BPBD Gumas Champili dan Sekbannya Atis (satu kiri) saat dikomfirmasi di ruang kerja sekban setempat, Rabu (14/8/2024).

KUALA KURUN, Halokalteng.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sudah menetapkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan status siap siaga. Karena, hasil pantauan dilapangan sudah ada sembilan titik api. Namun kini, sudah ditanggulangi oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Gumas Champili melalui Sekretaris Badan (Sekban) Atis menjelaskan, sebelumnya pihak BPBD sudah menggelar apel siaga bencana. Sehingga ada kesiapan baik di segi sumber daya manusia (SDM) hingga sarana-prasarana (Sarpras) didalam menangulangi bencana karhutla.

“Sejauh ini, kita menemukan titik api hanya ada sembilan titik hot spot, dan sudah bisa kita tangulangi dan itu kita sudah siap siaga termasuk stakeholder yang ada di Gumas,” ucap Atis dikomfirmasi, Rabu (14/8/2024).

Menurut dia, yang tergabung didalam stake holder tersebut, seperti BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dan harus saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Sehingga, harus bersiap siaga dengan sarpras yang ada termasuk disisi SDM di lapangan.

“Kita juga mendirikan posko-posko dari Pemprov Kalteng, dimulai sejak tanggal 15 Juni lalu di dua Kecamatan yakni Rungan dan Mihing Raya, selain itu kita juga mendirikan Posko di Kahut, Manuhing, Tewah dan kecamatan yang dinilai rawan Karhutla,” ujarnya.

Selain itu juga, tambah Atis, pihaknya juga mengaktifkan masyarakat peduli api (MPA) yang ada di seluruh desa yang tersebar di 114 desa. Sehingga hampir 60-70 persen sudah bergerak dilapangan untuk melakukan pemantauan dan pemadaman terkait titik hot spot api.

“Jadi kita bersukur, tidak ada hot spot yang tidak begitu besar tetapi kita tetap status siaga dan yang ada 9 titik itu tidak ada kejadian yang besar sehingga sampai sekarang sudah padam, kedepan pihak kita akan tetap memantau terkait Karhutla itu,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya

28 Februari 2026 - 19:43 WIB

Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

26 Februari 2026 - 15:02 WIB

Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran

25 Februari 2026 - 17:15 WIB

Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi

25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran

24 Februari 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama