Menu

Mode Gelap
Antisipasi Karhutla, Polsek Rungan Ikuti Rakor dan Sosialisasi Penanganan Karhutla Sambangi Empat Tokoh Agama, Kapolres Gunung Mas Perkuat Kamtibmas dan Ajak Bersama Cegah Karhutla Polsek Kurun Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Karhutla kepada Masyarakat Berawal Patroli Karhutla, Satreskrim Polres Gunung Mas Amankan Satu Orang Terduga Pembakar Lahan Bersama UMKM Membangun Ekonomi Rakyat, melalui Event Semarakkan UMKM 2026 di Gunung Mas Kejutan HUT Kejaksaan ke-81, Bupati Gunung Mas, Kapolres Dan Dandim Sambangi Kantor Kejari

Berita Utama

Ini Harapan Dewan Gunung Mas di Hari Tari Sedunia

badge-check


					Salah satu tarian adat yang diselengarakan oleh sanggar Tari Dandang Tingang di taman Kota Kurun, Sabtu (27/04/2024) malam. Perbesar

Salah satu tarian adat yang diselengarakan oleh sanggar Tari Dandang Tingang di taman Kota Kurun, Sabtu (27/04/2024) malam.

KUALA KURUN,HaloKalteng.com – Memang menjadi profesi seorang penari tidak sepenuhnya juga diterima di tengah masyarakat, khususnya Indonesia yang salah satunya Kabupaten Gunung Mas. Pasalnya, masih dianggap sebagai pekerjaan sampingan. Maka, pada bertepatan di Hari Tari sedunia ini.

Anggota DPRD Gunung Mas Dewi Sari menungkapkan, harapannya dalam seni tari di Kalteng khususnya di Bumi Habangkalan Pemyang Karuhei Tatau ini masih dianggap bagian dari ritual adat saja.

Bahkan sebagian, kata ibu yang memiliki kulit putih ini menelaah, orangtua pun kebanyakan melarang kegiatan anaknya untuk menjadi seniman tari, sebab pekerjaan tersebut dianggap tidak menjanjikan untuk masa depan.

“Seniman tari itu sebenarnya ngak harus nari, sebab didalam konteksnya banyak bisa jadi pengamatnya, direktur artistiknya, tari untuk pembukaan apa itu kan hasilnya juga lumayan sebenarnya,” ucap Dewi Sari, dihubungi, Minggu (28/04/2024).

Oleh karena itu, Dewi pun mengajak masyarakat, yang mencintai seni tari agar mengkampanyekan seni tersebut kepada lingkungan, sehingga tidak sedikit soal profesi tersebut, maka akan dapat diterima dari sebagian warga sebagai pencinta hal itu.

“Kita memang tidak heran jika seniman tari di daerah kita tidak terlalu banyak di Indonesia, bahkan sebagian orang cenderung menjadikannya sebagian mengira hanya adat saja, untuk itu mari kita cintai seni ini agar menjadi hobby,” ajaknya.

Ia kembali berharap, didalam stigma negatif terhadap profesi penari bisa berubah kedepan. Dan kalau pekerjaan ini bisa diterima oleh masyarakat, maka pendapatannya pun bisa menjanjikan seperti bidang profesi lain.

“Kadang-kadang penari dinilai negatif karena kerja dengan tubuh. Terus lebih diterima masyarakat terhadap profesi ini. Diterima itu maksudnya terkadang dalam suatu acara saja, untuk itu jangan harapan kita berilah ruang bagi profesi ini,”  demikia dia.(Red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Antisipasi Karhutla, Polsek Rungan Ikuti Rakor dan Sosialisasi Penanganan Karhutla

4 September 2026 - 13:50 WIB

Sambangi Empat Tokoh Agama, Kapolres Gunung Mas Perkuat Kamtibmas dan Ajak Bersama Cegah Karhutla

4 September 2026 - 10:40 WIB

Polsek Kurun Sosialisasikan Pencegahan dan Penanganan Karhutla kepada Masyarakat

3 September 2026 - 14:27 WIB

Berawal Patroli Karhutla, Satreskrim Polres Gunung Mas Amankan Satu Orang Terduga Pembakar Lahan

3 September 2026 - 12:40 WIB

Bersama UMKM Membangun Ekonomi Rakyat, melalui Event Semarakkan UMKM 2026 di Gunung Mas

2 September 2026 - 19:03 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!