halokalteng.com, PURUK CAHU – Terkait polemik tentang nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan PPPK Paruh Waktu yang kini tengah bergulir pada pemerintah pusat, menjadi perhatian seluruh kepada daerah se Indonesia, khsusunya Bupati Murung Raya Heriyus SE.
Saat di wawancarai awak media di sela – sela kesibukannya Bupati Mura mengungkapkan bahwa terakhir pemerintah daerah telah melantik 1.500 lebih PPPK dan PPPK Paruh Waktu tahun 2025 lalu.
Menurutnya bertambahnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemda Mura ini sangat membantu pemerintah dalam pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat.
“Keberadaan PPPK dan PPPK PAruh Waktu kita yang bertugas pada bidang pendidikan dan layanan kesehatan di desa – desa sangat kita perlukan, sehingga kami pemerintah daerah berharap para ASN ini tetap tenang dan bersabar sambil menunggu perkembangan keputusan dari pemerintah pusat bersama DPR,” ungkap Heriyus, Rabu (10/6/2026).
“Pemerintah daerah tetap berusaha mempertahankan keberadaan mereka (ASN PPPK dan PPPK Paruh Waktu.red) kalo aturan memperbolehkan kita untuk terkait anggaran, kita akan usahakan melalui anggaran APBD kita. Saya lebih baik mengorbankan kegiatan yang lain dari pada tenaga kerja kita ini di rumahkan,” tegasnya lagi.
Karena menurutnya percuma kita membangun fasilitas pendidikan dan kesehatan kita yang ada di desa hingga saat ini, jika para ASN tersebut di tarik kembali ataupun di rumahkan.
“Sambil menunggu perkebangan terbaru dari pemerintah pusat tentunya, kita tengah mencari solusi terbaiknya agar pelayanan dasar bagi masyarakat meskipun dalam kondisi efisiensi yang cukup luar biasa 43% APBD kita dipangkas 1,2 T kurang lebih,” tutup bupati. (editor 1)











