Menu

Mode Gelap
Pasis SIP Bersama Satbinmas Polres Gunung Mas Hadir Ditengah Warga, Edukasi Bahaya Karhutla dan Bagikan Masker Kapolres Gunung Mas dampingi Bupati Cek Rumah Oksigen di RSUD dan Puskesmas Kapolres Gunung Mas Beri Arahan Tim Edukasi Karhutla, Tekankan Kesehatan dan Pendekatan Humanis Respons Cepat Karhutla, Kapolres Dan Dandim Katingan Turun Langsung Ke Lokasi Cegah Karhutla, Satbinmas Polres Gunung Mas bersama Pasis SIP Edukasi Petani di Jalur Kurun-Linau Fraksi Partai Demokrat DPRD Minta Pemenuhan SPM Diperhatikan pada Perubahan APBD 2026

Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang Merupakan Momentum “Sakral”, Pelestarian Budaya di Tengah Masyarakat

badge-check


					Kontingen Asal Kabupaten Murung Raya Saat Mengkuti Lomba Seni Karnaval di Acara Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 di Kota Palangka Raya Belum Lama Ini. Perbesar

Kontingen Asal Kabupaten Murung Raya Saat Mengkuti Lomba Seni Karnaval di Acara Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 di Kota Palangka Raya Belum Lama Ini.

halokalteng.com, PURUK CAHU – Penyelanggaraan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi Kalteng tahun 2026 ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah S HI, menurutnya agenda tahunan tersebut di harapkan bukan hanya sebatas rutinitas serta formalitas saja, namun menurutnya FBIM ini merupakan momentum yang ‘Sakral’ bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah secara umum dan secara khusus bagi masyarakat di Kabupaten Murung Raya.

Politisi PKB ini mengatakan, bahwa kenapa ‘Sakral’?. Tentunya agenda tahunan FBIM maupun juga dalam waktu dekat di susul dengan Festival Budaya Tira Tangka Balang (FB-TTB) pada tingkat kabupaten merupakan upaya dari pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya asli daerahnya masing- masing.

“Ini momentum penting bagi kita semua, untuk terus melestarikan kebudayaan. Festival bukan hanya acara hiburan saja. Tetapi yang utama adalah sebagai sarana memperkenalkan identitas daerah, menjaga warisan leluhur dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terutama generasi muda terhadap budaya asli daerahnya,” kata Dina Maulidah, 20/5/2026).

Dina juga menambahkan, even tahunan tersebut menurutnya hanyalah pintu masuk saja. Sedangkan pelestarian yang sebenarnya terjadi ketika budaya tetap dipraktikkan, diwariskan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.

“Terpenting, agar budaya kita tetap hidup lestari di tengah – tengah masyarakat kita perlu langkah konkret, seperti pendidikan budaya sejak dini, dukungan nyata kepada pelaku seni dan adat, festival harus berkelanjutan bukan hanya seremonial saja, digitalisasi dan promosi budaya, adanya peraturan daerah dan perlindungan budaya lokal, serta pentingnya keterlibatan masyarakat adat dan generasi muda,” pungkasnya. (editor 1)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasis SIP Bersama Satbinmas Polres Gunung Mas Hadir Ditengah Warga, Edukasi Bahaya Karhutla dan Bagikan Masker

1 September 2026 - 13:51 WIB

Kapolres Gunung Mas dampingi Bupati Cek Rumah Oksigen di RSUD dan Puskesmas

1 September 2026 - 13:38 WIB

Kapolres Gunung Mas Beri Arahan Tim Edukasi Karhutla, Tekankan Kesehatan dan Pendekatan Humanis

31 Agustus 2026 - 09:24 WIB

Respons Cepat Karhutla, Kapolres Dan Dandim Katingan Turun Langsung Ke Lokasi

29 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Cegah Karhutla, Satbinmas Polres Gunung Mas bersama Pasis SIP Edukasi Petani di Jalur Kurun-Linau

29 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!