Menu

Mode Gelap
Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran Polsek Sepang Kawal Distribusi MBG di Mihing Raya

Eksekutif

SIPD Perlambat LKPD Katingan

badge-check


					Foto.Toto Jaya. Kepala BPKAD Kab. Katingan Perbesar

Foto.Toto Jaya. Kepala BPKAD Kab. Katingan

KATINGAN – Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Katingan kepada Badan Pemeriksa Keuangan Pusat (BPKP) karena terkendala dengan penerapan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Katingan Toto Jaya mengatakan, sesuai aturan LKPD wajib disampaikan akhir Maret, namun untuk Kabupaten Katingan belum dapat memenuhi Laporan Keuangan (LK) pasalnya masih terdapat kendala saat menerapkan SIPD.

“Kami belum menyampaikan LK, karena terkendala dalam penerapan SIPD, dan ini kami sudah sampaikan baik kepada Pak Bupati, maupun BPKP,” Ungkap Toto Jaya, saat ditemui redaksi Humabetang di ruang kerjanya, Selasa (04/04/2023).

Diakui Toto, sebelumnya Pemda Katingan menerapkan sistem dua kaki yaitu SIMDA dan SIPD, namun sejak 2022, menggunakan SIPD, dimanah untuk Provinsi Kalimantan Tengah selain Katingan terdapat Kota Palangkaraya dan Kabupaten Lamandau, namun September 2022, Lamandau dan Kota Palangkaraya, akhirnya beralih dengan sistem dua kaki, tetapi Katingan tetap dengan sistem satu kaki.

“Kota Palangkaraya dan Lamandau mundur, kita tetap pakai SIPD, dan akhirnya kita belum dapat memenuhi LK karena masih sulit menerapkan SIPD,” Ujarnya.

Terkait dengan kesulitan menerapkan SIPD, disebutkan Toto yang baru menjabat kepala BPKAD Kabupaten Katingan Januari 2023, sulit untuk membangun komunikasi dengan BPKP, pasalnya tidak ada perwakilan di provinsi sehingga harus bertemu di pusat.

“SIPD merupakan sistem baru, otomatis ada kendala-kendala yang kita hadapi dan itupun diakui pemerintah pusat, tetapi yang sangat disesali, saat ada kendala, kami sulit menghubungi BPKP, sehingga harus ke pusat, kalau dulu SIMDA, ada masalah tinggal datang ke perwakilannya di provinsi, sekarang tidak ada perwakilannya, ”Tandasnya. (Vry)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Respon Keluhan Warga, Polsek Rungan Tertibkan Aksi Balap Liar di Jakatan Raya

28 Februari 2026 - 19:43 WIB

Kunjungan Reses DPD RI di Katingan Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

26 Februari 2026 - 15:02 WIB

Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran

25 Februari 2026 - 17:15 WIB

Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi

25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran

24 Februari 2026 - 14:47 WIB

Trending di Berita Utama