Menu

Mode Gelap
DPRD Ajak Warga Jaga Ketertiban saat Nobar Final Piala Dunia DPRD Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah Ketua DPRD : Jangan Sampai Aktivitas Penambang Emas Merusak Infrastruktur Banggar DPRD Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat Pemuda Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Desa Dandang dalam Operasi Antik Telabang 2026 Banggar DPRD Sampaikan Rekomendasi terhadap Raperda APBD 2025

Kalimantan Tengah

Festival Budaya Isen Mulang Merupakan Momentum “Sakral”, Pelestarian Budaya di Tengah Masyarakat

badge-check


					Kontingen Asal Kabupaten Murung Raya Saat Mengkuti Lomba Seni Karnaval di Acara Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 di Kota Palangka Raya Belum Lama Ini. Perbesar

Kontingen Asal Kabupaten Murung Raya Saat Mengkuti Lomba Seni Karnaval di Acara Pembukaan Festival Budaya Isen Mulang Tahun 2026 di Kota Palangka Raya Belum Lama Ini.

halokalteng.com, PURUK CAHU – Penyelanggaraan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tingkat Provinsi Kalteng tahun 2026 ini mendapat perhatian khusus dari Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah S HI, menurutnya agenda tahunan tersebut di harapkan bukan hanya sebatas rutinitas serta formalitas saja, namun menurutnya FBIM ini merupakan momentum yang ‘Sakral’ bagi seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Tengah secara umum dan secara khusus bagi masyarakat di Kabupaten Murung Raya.

Politisi PKB ini mengatakan, bahwa kenapa ‘Sakral’?. Tentunya agenda tahunan FBIM maupun juga dalam waktu dekat di susul dengan Festival Budaya Tira Tangka Balang (FB-TTB) pada tingkat kabupaten merupakan upaya dari pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya asli daerahnya masing- masing.

“Ini momentum penting bagi kita semua, untuk terus melestarikan kebudayaan. Festival bukan hanya acara hiburan saja. Tetapi yang utama adalah sebagai sarana memperkenalkan identitas daerah, menjaga warisan leluhur dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terutama generasi muda terhadap budaya asli daerahnya,” kata Dina Maulidah, 20/5/2026).

Dina juga menambahkan, even tahunan tersebut menurutnya hanyalah pintu masuk saja. Sedangkan pelestarian yang sebenarnya terjadi ketika budaya tetap dipraktikkan, diwariskan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern saat ini.

“Terpenting, agar budaya kita tetap hidup lestari di tengah – tengah masyarakat kita perlu langkah konkret, seperti pendidikan budaya sejak dini, dukungan nyata kepada pelaku seni dan adat, festival harus berkelanjutan bukan hanya seremonial saja, digitalisasi dan promosi budaya, adanya peraturan daerah dan perlindungan budaya lokal, serta pentingnya keterlibatan masyarakat adat dan generasi muda,” pungkasnya. (editor 1)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Ajak Warga Jaga Ketertiban saat Nobar Final Piala Dunia

17 Juli 2026 - 09:45 WIB

DPRD Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah

15 Juli 2026 - 14:11 WIB

Ketua DPRD : Jangan Sampai Aktivitas Penambang Emas Merusak Infrastruktur

13 Juli 2026 - 09:29 WIB

Banggar DPRD Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

10 Juli 2026 - 13:48 WIB

Pemuda Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Desa Dandang dalam Operasi Antik Telabang 2026

8 Juli 2026 - 16:09 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!