Menu

Mode Gelap
DPRD Ajak Warga Jaga Ketertiban saat Nobar Final Piala Dunia DPRD Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah Ketua DPRD : Jangan Sampai Aktivitas Penambang Emas Merusak Infrastruktur Banggar DPRD Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat Pemuda Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Desa Dandang dalam Operasi Antik Telabang 2026 Banggar DPRD Sampaikan Rekomendasi terhadap Raperda APBD 2025

Berita Utama

Kasus Korupsi Chromebook, Jaksa Periksa Puluhan Kepsek di Katingan

badge-check


					FOTO : Suasana saat Puluhan Kepsek di Katingan diperiksa oleh jaksa. Perbesar

FOTO : Suasana saat Puluhan Kepsek di Katingan diperiksa oleh jaksa.

KASONGAN – HaloKalteng.com – Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kini merambah Kabupaten Katingan. Puluhan kepala sekolah dasar di daerah ini dipanggil dan diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Katingan sebagai saksi, pada Kamis–Jumat, 14–15 Agustus 2025.

Dari pesan rilis yang diterima pada Jumat 15 Agustus 2025 tersebut, pemeriksaan berlangsung di bawah koordinasi Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Katingan, Robi Kurnia Wijaya. Para saksi diminta memberikan keterangan terkait mekanisme distribusi serta kualitas laptop yang diterima sekolah mereka.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Katingan, Fadhil Razief Hertadamanik, menuturkan keterangan para kepala sekolah akan menjadi bagian penting dalam memperkuat alat bukti. “Kami ingin memastikan kesesuaian jumlah dan mutu perangkat dengan kontrak pengadaan. Proses ini juga bertujuan melengkapi pemberkasan penyidikan,” jelas Fadhil.

Dia mengatakan seperti diketahui, Kejaksaan Agung RI sebelumnya telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni SW, mantan Direktur SD Kemendikbudristek; M, mantan Direktur SMP Kemendikbudristek; IA, konsultan perorangan; serta JT, mantan staf khusus Menteri Pendidikan era Nadiem Makarim.

“Program pengadaan laptop untuk siswa PAUD hingga SMA tersebut berlangsung pada 2020–2022 dengan nilai anggaran sekitar Rp9,3 triliun. Namun, para tersangka diduga mengarahkan aturan teknis ke produk Chromebook, padahal perangkat berbasis Chrome OS itu dinilai memiliki sejumlah kelemahan dan kurang efektif untuk digunakan di Indonesia,”ujarnya.

Sehingga, Kejari Katingan memastikan proses pemeriksaan saksi berjalan lancar, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya penegakan hukum atas kasus besar yang tengah ditangani di tingkat pusat. (AN)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Ajak Warga Jaga Ketertiban saat Nobar Final Piala Dunia

17 Juli 2026 - 09:45 WIB

DPRD Dukung Usulan Revitalisasi Puluhan Sekolah

15 Juli 2026 - 14:11 WIB

Ketua DPRD : Jangan Sampai Aktivitas Penambang Emas Merusak Infrastruktur

13 Juli 2026 - 09:29 WIB

Banggar DPRD Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

10 Juli 2026 - 13:48 WIB

Pemuda Pengedar Sabu Ditangkap Polisi di Desa Dandang dalam Operasi Antik Telabang 2026

8 Juli 2026 - 16:09 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!