Menu

Mode Gelap
Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung Targetkan Kemenangan 2029, Kepengurusan PKB Kalteng Masa Bakti 2026-2031 Resmi Kukuhkan Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030 TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial Pemkab Katingan Lakukan Pelantikan 39 Pejabat, Perkuat Struktur Birokrasi

Berita Utama

Warisan Budaya Dayak Disorot di Festival PHS 2025, Katingan Tampilkan Ragam Tradisi Lokal

badge-check


					FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS. Perbesar

FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS.

KASONGAN – HaloKalteng.com – Festival Budaya Penyang Hinje Simpei (PHS) 2025 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian warisan budaya Dayak di Kabupaten Katingan. Ajang tahunan ini resmi dibuka oleh Bupati Katingan, Saiful, pada Jumat malam, 18 Juli 2025, di Stadion Sport Center Kasongan, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Katingan ke-23.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gendang oleh Bupati Saiful bersama Ketua DPRD Katingan, Marwan Susanto, sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan budaya. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, serta para pelaku seni dari 13 kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Saiful menekankan bahwa pelaksanaan Festival PHS merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga identitas budaya yang mulai tergerus modernisasi.

“Festival ini bukan hanya tentang lomba, tetapi lebih pada komitmen kita bersama untuk melestarikan nilai-nilai budaya Dayak. Mari kita jaga kebersamaan, tampilkan yang terbaik dengan semangat sportivitas, dan tetap menjunjung tinggi nama baik daerah,” terang Saiful.

Ketua Panitia, Kalpin, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 393 orang yang mengikuti berbagai cabang lomba seperti Parade Tari Daerah, Karungut, Olahraga Tradisional Manyipet, Atraksi Lawang Sakepeng, serta Pawai Budaya. dia menyebutkan bahwa antusiasme dari setiap kecamatan menjadi bukti tingginya semangat masyarakat dalam menjaga budaya lokal.

Kalpin juga mengungkapkan bahwa dua atlet tradisional dari Katingan yang meraih juara di cabang manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang akan mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang nasional FORNAS VII di Nusa Tenggara Barat. “Ini bukti bahwa budaya lokal bukan hanya dilestarikan, tapi juga bisa berprestasi di tingkat nasional,” pungkasnya. (AN)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung

14 Februari 2026 - 20:58 WIB

Targetkan Kemenangan 2029, Kepengurusan PKB Kalteng Masa Bakti 2026-2031 Resmi Kukuhkan

14 Februari 2026 - 13:09 WIB

Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI

13 Februari 2026 - 16:10 WIB

Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030

12 Februari 2026 - 14:28 WIB

TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial

11 Februari 2026 - 15:43 WIB

Trending di Berita Utama