Menu

Mode Gelap
Saiful Dorong Percepatan Reforma Agraria di Kalteng Saat Reses Komisi II DPR RI Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Kurun Bersama Kelompok Tani Saribumi Mulai Penanaman Jagung Kuartal II Disperkimtan Katingan dan DPRD Kotim Bahas Optimalisasi Pembangunan Perumahan Diduga Berasal dari Dapur, Rumah Petani di Katingan Tengah Dilalap Api Tema TMMD ke-128 Jadi Penguat Sinergi Bangun Desa di Katingan Cegah Lakalantas, Satlantas Polres Gumas Gotong Royong Bersihkan Tumpukan Pasir di Bundaran Kuala Kurun

Berita Utama

9 Titik Hot Spot, BPBD Gumas Tetapkan Status Tanggap Siaga

badge-check


					Kepala BPBD Gumas Champili dan Sekbannya Atis (satu kiri) saat dikomfirmasi di ruang kerja sekban setempat, Rabu (14/8/2024). Perbesar

Kepala BPBD Gumas Champili dan Sekbannya Atis (satu kiri) saat dikomfirmasi di ruang kerja sekban setempat, Rabu (14/8/2024).

KUALA KURUN, Halokalteng.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sudah menetapkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan status siap siaga. Karena, hasil pantauan dilapangan sudah ada sembilan titik api. Namun kini, sudah ditanggulangi oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Gumas Champili melalui Sekretaris Badan (Sekban) Atis menjelaskan, sebelumnya pihak BPBD sudah menggelar apel siaga bencana. Sehingga ada kesiapan baik di segi sumber daya manusia (SDM) hingga sarana-prasarana (Sarpras) didalam menangulangi bencana karhutla.

“Sejauh ini, kita menemukan titik api hanya ada sembilan titik hot spot, dan sudah bisa kita tangulangi dan itu kita sudah siap siaga termasuk stakeholder yang ada di Gumas,” ucap Atis dikomfirmasi, Rabu (14/8/2024).

Menurut dia, yang tergabung didalam stake holder tersebut, seperti BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat dan harus saling bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Sehingga, harus bersiap siaga dengan sarpras yang ada termasuk disisi SDM di lapangan.

“Kita juga mendirikan posko-posko dari Pemprov Kalteng, dimulai sejak tanggal 15 Juni lalu di dua Kecamatan yakni Rungan dan Mihing Raya, selain itu kita juga mendirikan Posko di Kahut, Manuhing, Tewah dan kecamatan yang dinilai rawan Karhutla,” ujarnya.

Selain itu juga, tambah Atis, pihaknya juga mengaktifkan masyarakat peduli api (MPA) yang ada di seluruh desa yang tersebar di 114 desa. Sehingga hampir 60-70 persen sudah bergerak dilapangan untuk melakukan pemantauan dan pemadaman terkait titik hot spot api.

“Jadi kita bersukur, tidak ada hot spot yang tidak begitu besar tetapi kita tetap status siaga dan yang ada 9 titik itu tidak ada kejadian yang besar sehingga sampai sekarang sudah padam, kedepan pihak kita akan tetap memantau terkait Karhutla itu,” pungkasnya. (red)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Saiful Dorong Percepatan Reforma Agraria di Kalteng Saat Reses Komisi II DPR RI

23 April 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Kurun Bersama Kelompok Tani Saribumi Mulai Penanaman Jagung Kuartal II

23 April 2026 - 15:36 WIB

Disperkimtan Katingan dan DPRD Kotim Bahas Optimalisasi Pembangunan Perumahan

23 April 2026 - 01:16 WIB

Diduga Berasal dari Dapur, Rumah Petani di Katingan Tengah Dilalap Api

22 April 2026 - 20:04 WIB

Tema TMMD ke-128 Jadi Penguat Sinergi Bangun Desa di Katingan

22 April 2026 - 14:46 WIB

Trending di Berita Utama