Menu

Mode Gelap
Pemkab Kotim dan PMI Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Di Kawasan Pasar Lama Kasongan TP-PKK Katingan Hadir di Posko Kasongan Lama, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Wakil Bupati Katingan Tinjau Posko Korban Kebakaran Kasongan Lama Diskominfostandi Katingan Respon Cepat Keluhan Internet Warga Korban Kebakaran Diskominfostandi Katingan Teken Perjanjian Kinerja, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik DPC PKB Katingan Bergerak Cepat Bantu Korban Kebakaran Pasar Kasongan

Berita Utama

Kejari Gumas Terima Pengembalian Uang Proyek RTH Rp. 407 Juta Hasil Audit

badge-check


					FOTO : Kajari Gunung Mas Sahroni, didampingi tim Inspektorat dan para Kasinya, saat kegiatan rilis.  Perbesar

FOTO : Kajari Gunung Mas Sahroni, didampingi tim Inspektorat dan para Kasinya, saat kegiatan rilis. 

 

KUALA KURUN –  Penyedia jasa PT One Specialis menyerahkan uang sebesar Rp.407 juta lebih kepada inspektorat dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Uang tersebut merupakan diduga ada menimbulkan potensi kerugian negara atau temuan dari kegiatan proyek pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) tahun anggaran 2022 lalu, milik DLHK.

Hal ini diketahui, saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunung Mas bersama tim Inspektorat, merilis hasil temuan dan mendapatkan pengembalian uang terhadap pembangunan RTH tahun anggaran 2022, di belakang gedung Dekranasda, Kecamatan Kurun, Selasa 9 Januari 2024.

“Memang di kegiatan ini sedang dalam tahap penyelidikan. Kami meminta pihak Inspektorat untuk mengaudit potensi kerugian negara didalam kegiatan proyek tersebut. Nah dari hasil perhitungan itu diketahui kerugian negara sebesar Rp.407 juta lebih,” jelas Sahroni.

Dijelaskan rincian dari jumlah tersebut terdiri dari pekerjaan fisik senilai Rp 172 juta lebih. Sementara untuk pekerjaan tanaman ditemukan potensi senilai Rp 235 juta lebih. Total kerugian dari kegiatan pembangunan ruang terbuka hijau ini sebanyak Rp 407 juta lebih.

“Dari informasi penyidik dalam hal ini penyedia jasa dari pihak PT One Specialis sudah menyerahkan uang yang diduga temuan di kegiatan RTH itu ke kita dan Inspektorat,” ucapnya.

 

Kasi Pidsus Kejari Gumas Andi Yaprizal, menambahkan terkait kegiatan proyek pembangunan ruang terbuka hijau ini sebenarnya kesalahan ada di penyedia jasa. Sebab, penyedia jasa tidak memiliki kompetensi sertifikasi, sehingga diserahkan ke orang lain.

“Maka ini dinilai merupakan kelalaian, sehingga terjadi kekurangan volume pekerjaan yang menimbulkan kerugian negara, bahkan mereka yang mengerjakan tidak ada legalisasi kompetensi,” tegas Andi Yaprizal.

Lanjutnya, terkait dengan dikembalikannya kerugian negara itu, mereka melakukan sesuai ketentuan, mekanisme dalam internal. Selebihnya, kemudian pihaknya akan melakukan ekspos lagi dan melaporkan kepada pimpinan. (CP) 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemkab Kotim dan PMI Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Di Kawasan Pasar Lama Kasongan

31 Januari 2026 - 16:20 WIB

TP-PKK Katingan Hadir di Posko Kasongan Lama, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

29 Januari 2026 - 16:04 WIB

Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Wakil Bupati Katingan Tinjau Posko Korban Kebakaran Kasongan Lama

29 Januari 2026 - 13:40 WIB

Diskominfostandi Katingan Respon Cepat Keluhan Internet Warga Korban Kebakaran

28 Januari 2026 - 16:06 WIB

Diskominfostandi Katingan Teken Perjanjian Kinerja, Perkuat Komitmen Pelayanan Publik

28 Januari 2026 - 14:20 WIB

Trending di Berita Utama