Menu

Mode Gelap
Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030 TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial Pemkab Katingan Lakukan Pelantikan 39 Pejabat, Perkuat Struktur Birokrasi Controlled Delivery Berhasil, Polisi Ringkus Penerima Paket Ganja di Katingan Kuala

Berita Utama

GENRE Akses Informasi Remaja

badge-check


					Foto : Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah saat mengikuti jalan sehat yang digelar BKKBN dalam rangka peringatan Harganas ke-XXX dan Hari Remaja Internasional di Kabupaten Kapuas. Perbesar

Foto : Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah saat mengikuti jalan sehat yang digelar BKKBN dalam rangka peringatan Harganas ke-XXX dan Hari Remaja Internasional di Kabupaten Kapuas.

PALANGKARAYA – Generasi Berencana (Genre) yang dikembangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan wadah informasi penting bagi kalangan Remaja.

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah H. Wiyatno, mengatakan program Genre yang dibuat BKKBN dengan sasaran kelompok umur Remaja 10-24 tahun, belum menikah termasuk mahasiswa, merupakan wadah penting dalam memberikan berbagi informasi untuk Remaja khususnya di Kalimantan Tengah.

“Ini wadah yang bagus dan penting, karena dapat memberikan informasi-informasi penting bagi Remaja termasuk bagi mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah,” Ungkap Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, saat mengikuti kegiatan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas, Minggu (30/07/2023).

Diakui Wiyatno, dengan adanya Genre, Remaja dapat memperoleh informasi serta pelayanan konseling yang diperlukan, terutama upaya melindungi Remaja untuk melakukan Pernikahan Dini, pergaulan bebas sehingga menghasilkan generasi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

“Tentu lewat sosialisasi, atau pelayanan konseling melalui Genre, dapat membantu generasi yang akan datang dengan SDM yang berkualitas,” Katanya.

Bahkan, dengan upaya pemerintah melalui BKKBN mensosialisasikan upaya pencegahan Stunting, merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk menciptakan generasi yang handal, inovatif dan berdaya saing.

“Stunting bikin gagal tumbuh dan kembang, sehingga kita perlu melawan stunting dengan aksi-aksi nyata,” Tuturnya.

Wiyatno berharap masyarakat Kalimantan Tengah, bersama seluruh pemangku kepentingan, dapat bekerjasama untuk mencegah dan melawan Stunting demi menghasilkan generasi yang bisa membangun Kalimantan Tengah.

“Apapun program pemerintah berkaitan dengan Stunting, ayo bersama-sama kita dukung dan lawan Stunting,” Tandasnya. (VRY)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Personel Polsek Manuhing Bersama Warga Panen 2,5 Ton Jagung

14 Februari 2026 - 20:58 WIB

Evaluasi Pelayanan Publik 2025, Wabup Katingan Hadiri Penyampaian Opini Ombudsman RI

13 Februari 2026 - 16:10 WIB

Tekan Dampak Pengurangan TKD, Bupati Katingan Usulkan Dukungan APBN-DAK 2027–2030

12 Februari 2026 - 14:28 WIB

TP-PKK Katingan Dorong Aksi Nyata Kader Hadapi Stunting dan Tantangan Sosial

11 Februari 2026 - 15:43 WIB

Pemkab Katingan Lakukan Pelantikan 39 Pejabat, Perkuat Struktur Birokrasi

10 Februari 2026 - 22:23 WIB

Trending di Berita Utama