Bupati Katingan Resmikan Pemugaran Monumen Pahlawan Tjilik Riwut

68

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menggelar Acara Tutup Tahun 2022 dan Menyambut Tahun 2023 serta Peresmian Pemugaran Monumen Pahlawan Tjilik Riwut, Sabtu (31/12/2022) malam. Kegiatan yang dipusatkan di Bundaran Kantor Bupati Katingan tersebut, juga dimeriahkan penampilan artis-artis lokal, pasar rakyat dan pesta kembang api.

Sejak sore, Bundaran Kantor Bupati Katingan sudah mulai disesaki warga yang ingin merayakan malam pergantian tahun. Hadir kala itu, Bupati Katingan Sakariyas SE, Wakil Bupati Sunardi N.T Litang, Sekda Katingan Pransang S.Sos, Ketua DPRD Katingan Marwan Susanto, S.Sos yang masing-masing didampingi istri. Ada pula unsur Forkopimda, keluarga dari Pahlawan Nasional Tjilik Riwut dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa perjalanan selama Tahun 2022 sungguh berarti. Dirinya bersama Wakil Bupati, Sunardi menyampaikan rasa hormat atas berkat, kepercayaan, doa dan harapan dari seluruh masyarakat Kabupaten Katingan. “Dari relung hati yang paling dalam, kami haturkan terima kasih dan penghargaan setulusnya karena telah memberikan kepercayaan kepada kami memimpin masyarakat Katingan selama ini,” ucapnya.

Menurut Sakariyas, perayaan tutuh Tahun 2022 ini agak berbeda dengan biasanya karena dilaksanakan di Bundaran Kantor Bupati, bersamaan dengan peresmian Peresmian Pemugaran Monumen Pahlawan Tjilik Riwut. “Patng ini dibangun pada Tahun 2008. Kemudian pada 18 Juni 2022 lalu, patung ini roboh dan dibangun kembali dengan anggaran  rehab pondasi sekitar Rp. 400 juta dan bangunan patung RP. 1.5 Miliar,” sebutnya.

Terkait pembahasan pemugarannya, ujar Bupati, sudah dirapatkan pada 11 Juli 2022 dengan mengundang anak dan keturunan Pahlawan Tjilik Riwut. Bangunan baru ini akan lebih kokoh dan terbuat dari perunggu serta dibentuk utuh satu badan. Tentu menjadi kebanggan bagi semua, bahwa Pahlawan Nasional Tjilik Riwut merupakan putra Katingan yang lahir di Kasongan.

“Selain itu, beliau  adalah Gubernur pertama Kalimantan Tengah yang dianugerahi gelar oleh Masyarakat Kewedanan Sampit Timur (Kasongan), yaitu Anak Nyaru Hapatar Batu Antang Liang Habalau Kilat. Artinya, Dewa Petir Bertangga Batu, Burung Elang Berambut Kilat. Pembangunan monument ini, merupakan salah satu bentuk penghargaan dan mengenang beliau atas segala jasa – jasanya,” jelas Sakariyas. (st)

Iklan Empas S Umar
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.