Menu

Mode Gelap
Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran Polsek Sepang Kawal Distribusi MBG di Mihing Raya Diskominfostandi Katingan Terima Mahasiswa Magang, Dorong Peningkatan Kompetensi Digital Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Tewah Serahkan Ratusan Kilogram Jagung Hibrida ke Bulog

Berita Utama

Guru Edukasi Peserta Didik Hindari Pernikahan Dini untuk Cegah Stunting

badge-check


					FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Cici Susilawati Perbesar

FOTO : Anggota DPRD Kabupaten Gunung Mas Cici Susilawati

KUALA KURUN – HaloKalteng.Com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Cici Susilawati mengajak para guru di daerah ini, untuk turut aktif dalam melakukan pencegahan stunting.

“Guru dapat melakukan upaya mencegah stunting dengan aktif memberikan edukasi kepada peserta didik. Salah satunya untuk tidak menikah pada usia anak atau menikah dini,” ucap Cici, Senin (21/7).

Dia mengatakan, pernikahan usia dini bukan hanya berdampak pada pendidikan anak, tetapi juga pada kesehatan generasi berikutnya. Bayi yang lahir dari ibu yang masih terlalu muda, akan berisiko tinggi mengalami stunting.

“Pernikahan usia anak dapat meningkatkan risiko perempuan atau ibu melahirkan bayi dengan kondisi stunting,” tegas Politikus Partai Demokrat ini.

Dalam proses belajar mengajar, lanjut dia, para guru bisa sesekali memasukkan materi mengenai upaya pencegahan stunting, dengan cara menghindari pernikahan dini beserta dampaknya di masa yang akan datang.

“Dengan demikian, peserta didik menjadi paham terkait dampak pernikahan dini serta mereka bisa menghindarinya untuk mencegah stunting,” jelasnya.

Selain guru, para orang tua juga harus lebih proaktif mencegah pernikahan usia dini. Jangan biarkan anak menikah pada masih muda. Banyak dampak negatif pernikahan usia dini, yaitu rentan mengalami masalah karena pengendalian emosi masih belum stabil yang berujung perceraian, berdampak pada kesehatan, psikologis, dan sosial.

“Kami minta setiap orang tua harus dapat menilai apakah anak itu sudah layak untuk menikah atau belum. Dengan menghindari pernikahan dini, angka stunting bisa terus turun sehingga menghasilkan generasi muda serta SDM unggul,” terangnya.

Dia menuturkan, daripada menikah di usia dini, lebih baik mengikuti berbagai kegiatan positif yang dapat mengasah kemampuan dan baik untuk masa depan, seperti kegiatan olahraga, kesenian dan lainnya.

“Saya ingin seluruh peserta didik agar tidak menikah di usia dini. Lebih baik fokus dalam menggapai cita-cita dan masa depan,” ujarnya.

Untuk mencegah pernikahan usia dini, tambah dia, perlu keseriusan lebih dari pemerintah kabupaten (pemkab) setempat. Sekarang ini, memang sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pencegahan Perkawinan Pada Usia Anak.

“Kami berharap perda itu mampu meminimalisirkan angka pernikahan usia dini di tahun mendatang,” tandasnya. (Tim Redaksi)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wabup Katingan Ikuti Sosialisasi, Penyaluran Kartu Huma Betang Sejahtera Ditarget Sebelum Lebaran

25 Februari 2026 - 17:15 WIB

Digitalisasi Produk Hukum, Pemkab Katingan Perkuat SDM Melalui Bimtek e-Regulasi

25 Februari 2026 - 17:03 WIB

Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Digelar, Wabup Firdaus Dorong Perencanaan Tepat Sasaran

24 Februari 2026 - 14:47 WIB

Polsek Sepang Kawal Distribusi MBG di Mihing Raya

23 Februari 2026 - 16:51 WIB

Diskominfostandi Katingan Terima Mahasiswa Magang, Dorong Peningkatan Kompetensi Digital

20 Februari 2026 - 16:40 WIB

Trending di Berita Utama