Menu

Mode Gelap
Polsek Manuhing Tangkap Pengedar Sabu di Desa Taringen Hanya Enam Jam, Polsek Manuhing dan Satresnarkoba Polres Gumas Tangkap Dua Pengedar Sabu DPD NasDem Katingan Tegaskan Sikap Terkait Karikatur Tempo, Serukan Pers Tetap Berimbang DPRD Sarankan Orang Tua Batasi Anak Gunakan Gawai Penguatan Lembaga Adat, Dua Damang Resmi Dilantik Bupati Katingan PT DBK ‘Mangkir Lagi’ !! Mediasi Dengan Warga Pemilik Lahan Dijadwalkan Ulang

Berita Utama

Warisan Budaya Dayak Disorot di Festival PHS 2025, Katingan Tampilkan Ragam Tradisi Lokal

badge-check


					FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS. Perbesar

FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS.

KASONGAN – HaloKalteng.com – Festival Budaya Penyang Hinje Simpei (PHS) 2025 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian warisan budaya Dayak di Kabupaten Katingan. Ajang tahunan ini resmi dibuka oleh Bupati Katingan, Saiful, pada Jumat malam, 18 Juli 2025, di Stadion Sport Center Kasongan, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Katingan ke-23.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gendang oleh Bupati Saiful bersama Ketua DPRD Katingan, Marwan Susanto, sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan budaya. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, serta para pelaku seni dari 13 kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Saiful menekankan bahwa pelaksanaan Festival PHS merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga identitas budaya yang mulai tergerus modernisasi.

“Festival ini bukan hanya tentang lomba, tetapi lebih pada komitmen kita bersama untuk melestarikan nilai-nilai budaya Dayak. Mari kita jaga kebersamaan, tampilkan yang terbaik dengan semangat sportivitas, dan tetap menjunjung tinggi nama baik daerah,” terang Saiful.

Ketua Panitia, Kalpin, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 393 orang yang mengikuti berbagai cabang lomba seperti Parade Tari Daerah, Karungut, Olahraga Tradisional Manyipet, Atraksi Lawang Sakepeng, serta Pawai Budaya. dia menyebutkan bahwa antusiasme dari setiap kecamatan menjadi bukti tingginya semangat masyarakat dalam menjaga budaya lokal.

Kalpin juga mengungkapkan bahwa dua atlet tradisional dari Katingan yang meraih juara di cabang manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang akan mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang nasional FORNAS VII di Nusa Tenggara Barat. “Ini bukti bahwa budaya lokal bukan hanya dilestarikan, tapi juga bisa berprestasi di tingkat nasional,” pungkasnya. (AN)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polsek Manuhing Tangkap Pengedar Sabu di Desa Taringen

15 April 2026 - 22:04 WIB

Hanya Enam Jam, Polsek Manuhing dan Satresnarkoba Polres Gumas Tangkap Dua Pengedar Sabu

15 April 2026 - 15:54 WIB

DPD NasDem Katingan Tegaskan Sikap Terkait Karikatur Tempo, Serukan Pers Tetap Berimbang

15 April 2026 - 14:28 WIB

DPRD Sarankan Orang Tua Batasi Anak Gunakan Gawai

15 April 2026 - 05:27 WIB

Penguatan Lembaga Adat, Dua Damang Resmi Dilantik Bupati Katingan

14 April 2026 - 14:37 WIB

Trending di Berita Utama