Menu

Mode Gelap
32 Personel Gabungan Padamkan Karhutla Enam Hektare di Kurun Satresnarkoba Polres Katingan Amankan Dua Terduga Pengedar Sabu Di Katingan Tengah Cek Personel hingga Patroli, Polres Gunung Mas Siaga Bencana Karhutla Antisipasi Karhutla, Polsek Rungan Ikuti Rakor dan Sosialisasi Penanganan Karhutla Sambangi Empat Tokoh Agama, Kapolres Gunung Mas Perkuat Kamtibmas dan Ajak Bersama Cegah Karhutla Pemkab Katingan Perkuat Koordinasi Hadapi Ancaman Karhutla

Berita Utama

Warisan Budaya Dayak Disorot di Festival PHS 2025, Katingan Tampilkan Ragam Tradisi Lokal

badge-check


					FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS. Perbesar

FOTO : Bupati Katingan Saiful beserta Forkopimda dan jajaran saat pembukaan Festival Budaya PHS.

KASONGAN – HaloKalteng.com – Festival Budaya Penyang Hinje Simpei (PHS) 2025 kembali digelar sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian warisan budaya Dayak di Kabupaten Katingan. Ajang tahunan ini resmi dibuka oleh Bupati Katingan, Saiful, pada Jumat malam, 18 Juli 2025, di Stadion Sport Center Kasongan, bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Katingan ke-23.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gendang oleh Bupati Saiful bersama Ketua DPRD Katingan, Marwan Susanto, sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan budaya. Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah, serta para pelaku seni dari 13 kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Saiful menekankan bahwa pelaksanaan Festival PHS merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga identitas budaya yang mulai tergerus modernisasi.

“Festival ini bukan hanya tentang lomba, tetapi lebih pada komitmen kita bersama untuk melestarikan nilai-nilai budaya Dayak. Mari kita jaga kebersamaan, tampilkan yang terbaik dengan semangat sportivitas, dan tetap menjunjung tinggi nama baik daerah,” terang Saiful.

Ketua Panitia, Kalpin, menjelaskan bahwa jumlah peserta tahun ini mencapai 393 orang yang mengikuti berbagai cabang lomba seperti Parade Tari Daerah, Karungut, Olahraga Tradisional Manyipet, Atraksi Lawang Sakepeng, serta Pawai Budaya. dia menyebutkan bahwa antusiasme dari setiap kecamatan menjadi bukti tingginya semangat masyarakat dalam menjaga budaya lokal.

Kalpin juga mengungkapkan bahwa dua atlet tradisional dari Katingan yang meraih juara di cabang manyipet pada Festival Budaya Isen Mulang akan mewakili Kalimantan Tengah dalam ajang nasional FORNAS VII di Nusa Tenggara Barat. “Ini bukti bahwa budaya lokal bukan hanya dilestarikan, tapi juga bisa berprestasi di tingkat nasional,” pungkasnya. (AN)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

32 Personel Gabungan Padamkan Karhutla Enam Hektare di Kurun

7 September 2026 - 16:28 WIB

Satresnarkoba Polres Katingan Amankan Dua Terduga Pengedar Sabu Di Katingan Tengah

5 September 2026 - 12:21 WIB

Cek Personel hingga Patroli, Polres Gunung Mas Siaga Bencana Karhutla

5 September 2026 - 11:18 WIB

Antisipasi Karhutla, Polsek Rungan Ikuti Rakor dan Sosialisasi Penanganan Karhutla

4 September 2026 - 13:50 WIB

Sambangi Empat Tokoh Agama, Kapolres Gunung Mas Perkuat Kamtibmas dan Ajak Bersama Cegah Karhutla

4 September 2026 - 10:40 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!