KUALA KURUN – HaloKalteng.Com –Personel Polsek Rungan, Polres Gunung Mas (Gumas) menyerahkan hasil panen jagung pipil hibrida, dari lahan binaan mereka ke Gudang Bulog, di Jalan Tjilik Riwut Km 3, Kota Palangka Raya. Ini merupakan wujud komitmen nyata mendukung program ketahanan pangan nasional.
Penyerahan hasil panen dipimpin langsung oleh Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim, S.H, didampingi sejumlah personel polsek, seperti Bripka Juli Andri, Brigpol Rahmat Hidayat dan Bripda Hujunadie.
“Penyerahan hasil panen jagung ini menjadi puncak dari upaya panjang kami, dalam membina kelompok tani (Poktan) di wilayah hukum Polsek Rungan,” ujar Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Kapolsek Rungan Ipda Muhamad Helmi Hakim, S.H, Jumat, 10 April 2026.
Dia mengakui, jagung pipil hibrida yang diserahkan mencapai berat kotor 676,16 kilogram. Kualitas dari jagung tersebut dinilai sangat baik dan memenuhi standar pasar, dengan hasil pengecekan kadar air berada di angka 12-13 persen. Ini adalah sebuah capaian yang membuktikan keseriusan dalam proses perawatan tanaman.
“Keberhasilan penyerahan hasil panen merupakan buah dari kerja keras yang dimulai sejak kuartal IV pada Bulan Oktober tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Dia menyampaikan, proses penyerahan di gudang Bulog diawali dengan penimbangan berat kotor hingga verifikasi kualitas biji jagung oleh petugas Bulog. Hasil panen jagung ini nantinya akan masuk ke dalam rantai distribusi resmi untuk memastikan ketersediaan pasokan jagung di Provinsi Kalteng tetap terjaga.
“Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kami juga berperan aktif memperkuat ketahanan pangan yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tegas Ipda Muhamad Helmi Hakim.
Dalam pelaksanaan program pertanian jagung, kata Helmi, Polsek Rungan menggalakkan pemanfaatan lahan seluas satu hektare di setiap desa. Selain itu, juga dilakukan pendampingan intensif dari personel polsek, agar petani mendapatkan edukasi mengenai teknik penanaman efektif, hingga akses penyaluran hasil panen ke gudang bulog.
“Kami merangkul kelompok tani desa binaan untuk meningkatkan produktivitas perekonomian petani setempat, melalui program satu hektare jagung di setiap desa,” jelasnya.
Dia mengakui, kehadiran bhabinkamtibmas dan personel polsek di tengah ladang jagung milik masyarakat juga menciptakan hubungan emosional positif, sehingga pesan-pesan kamtibmas akan lebih mudah tersampaikan kepada warga.
“Ke depan kami berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkan program pertanian jagung, untuk memastikan kemandirian pangan di tingkat kecamatan dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Tim Redaksi)










