Menu

Mode Gelap
Polsek Manuhing Tangkap Pengedar Sabu di Desa Taringen Hanya Enam Jam, Polsek Manuhing dan Satresnarkoba Polres Gumas Tangkap Dua Pengedar Sabu DPD NasDem Katingan Tegaskan Sikap Terkait Karikatur Tempo, Serukan Pers Tetap Berimbang DPRD Sarankan Orang Tua Batasi Anak Gunakan Gawai Penguatan Lembaga Adat, Dua Damang Resmi Dilantik Bupati Katingan PT DBK ‘Mangkir Lagi’ !! Mediasi Dengan Warga Pemilik Lahan Dijadwalkan Ulang

Berita Utama

Peningkatan Pola Hidup Sehat untuk Turunkan Angka Stunting

badge-check


					FOTO : Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gunung Mas Nomi Aprilia Perbesar

FOTO : Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Gunung Mas Nomi Aprilia

KUALA KURUN – HaloKalteng. Com – Berdasarkan hasil survei kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023, angka prevalensi stunting Kabupaten Gunung Mas (Gumas) kembali mengalami penurunan yakni 12,9 persen. Capaian itu tentu harus dipertahankan, bahkan kembali diturunkan.

“Stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Untuk menguranginya, perlu upaya peningkatan pola hidup sehat, bagi masyarakat di kota maupun desa,” ucap Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gumas Nomi Aprilia, Minggu, 13 Juli 2025.

Dia menyampaikan, upaya peningkatan kesehatan masyarakat melalui cara pola hidup sehat sangat diperlukan, karena itu merupakan faktor penting menuju Kabupaten Gumas yang bisa menghasilkan generasi muda berkualitas dan berdaya saing.

“Kesehatan itu penting terhadap kehidupan. Jangan sampai lagi ada anak mengalami stunting kedepan. Kami tidak ingin yang seperti itu terjadi lagi,” tegas Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Dalam pencegahan stunting, lanjut dia, diperlukan peran dari semua instansi terkait untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman terkait pentingnya asupan gizi yang seimbang, dan mengkampanyekan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) ke masyarakat.

“Instansi terkait harus berperan maksimal memberi pengetahuan dan pemahaman mengenai penting gizi yang seimbang, dan menggalakkan program PHBS ke setiap masyarakat,” jelas Nomi.

Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat Heriyanto menyampaikan banyak faktor pemicu stunting, seperti kurang gizi dalam waktu lama, kurang higinitas, pola rawat anak kurang tepat, dekatnya jarak antara kelahiran, kurangnya pemberian ASI eksklusif, perilaku BAB di ruang terbuka, serta kurangnya ketersediaan pangan rumah tangga.

“Dengan pemicu itu, akan berakibat pada anak yang rentan sakit dan infeksi, terhambatnya pertumbuhan fisik, perkembangan intelegensi, serta pengetahuan. Kami ingin masyarakat memahami pentingnya gizi seimbang dan membiasakan PHBS,” tukasnya. (Tim Redaksi)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polsek Manuhing Tangkap Pengedar Sabu di Desa Taringen

15 April 2026 - 22:04 WIB

Hanya Enam Jam, Polsek Manuhing dan Satresnarkoba Polres Gumas Tangkap Dua Pengedar Sabu

15 April 2026 - 15:54 WIB

DPD NasDem Katingan Tegaskan Sikap Terkait Karikatur Tempo, Serukan Pers Tetap Berimbang

15 April 2026 - 14:28 WIB

DPRD Sarankan Orang Tua Batasi Anak Gunakan Gawai

15 April 2026 - 05:27 WIB

Penguatan Lembaga Adat, Dua Damang Resmi Dilantik Bupati Katingan

14 April 2026 - 14:37 WIB

Trending di Berita Utama