Menu

Mode Gelap
Polsek Kahut Gelar Gerakan Pangan Murah di Tumbang Miri, 125 Kilogram Beras SPHP Habis Terjual DPRD Dukung Perempuan Dipercaya Jadi Camat Hotspot di Kurun Berhasil Dipadamkan, Polres Gunung Mas Pimpin Penanganan Karhutla Bersama Tim Gabungan Polwan Polres Gunung Mas Patroli Kamtibmas Lewat Inovasi Situkepmas, Humanis Beri Edukasi dan Kawal Distribusi MBG DPRD Ingin Pencegahan Karhutla Menjadi Gerakan Bersama Kapolres Gunung Mas Tinjau SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari, Pastikan Proses Pengolahan dan Pengemasan MBG Berjalan Baik

Eksekutif

Jelang Pemilu, Penggunaan Politik Identitas Harus Diantisipasi

badge-check


					PENGHARGAAN - Bupati Katingan Sakariyas SE menyematkan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada ASN Kementerian Agama saat Upacara Peringatan HAB ke-77 Kementerian Agama di Pegatan, Kecamatan Katingan Kuala, Selasa (03/01/2023). (FOTO: IST) Perbesar

PENGHARGAAN - Bupati Katingan Sakariyas SE menyematkan penghargaan Satyalencana Karya Satya kepada ASN Kementerian Agama saat Upacara Peringatan HAB ke-77 Kementerian Agama di Pegatan, Kecamatan Katingan Kuala, Selasa (03/01/2023). (FOTO: IST)

KASONGAN – Bupati Katingan Sakariyas SE menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama di Pegatan, Kecamatan Katingan Kuala, Selasa (03/01/2023). Pada kesempatan itu, Bupati membacakan Pidato Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas.

Pada peringatan HAB -77 Tahun 2023 ini, seluruh ASN Kementerian Agama untuk memperbaiki niat pengabdian dan pelayanan umat. “Jadipakn peringatan HAB ini sebagai penanda sejarah panjang pengabdian Kementerian Agama dalam melayani seluruh umat beragama di Indonesia,” tutur Sakariyas.

Diungkapkannya juga, bahwa pada peringatan HAB -77 Tahun 2023 ini dicanangkan tagline Kerukunan Umat untuk Indonesia Hebat. Tentunya, tugas berat mesti ditunaikan oleh seluruh ASN Kementerian Agama. Kerukunan sangat fluktuatif dan dinamis. “Kerukunan sering menguji kita, lebih-lebih menjelang Pemilu Tahun 2024,” ujarnya.

Di tahun politik ini, lanjut Sakariyas, potensi terjadinya ketidakrukunan di masyarakat akibat pilihan politik yang berbeda tetap saja ada. Politisasi agama makin sering dilakukan, untuk meraih efek elektoral. Politisasi tempat ibadah sebagai ajang kampanye, sudah mulai terjadi.

“Penggunaan politik identitas menjelang pemilu harus diantisipasi dan dimitigasi, agar kerukunan umat tidak ternodai. Kita semua mesti belajar pada apa yang terjadi saat pesta demokrasi sebelumnya. Dimana masyarakat terbelah yang hingga kini masih bisa dirasakan, terutama di media sosial,” kata Bupati.

Untuk itu, keluarga besar Kementerian Agama bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat harus terdepan dalam membina serta membangun suasana rukun dan damai. Agar nantinya, perjalanan tahapan pemilu dapat dinikmati sebagai pesta demokrasi dalam pengertian sesungguhnya. Semangat merawat kerukunan umat, harus digelorakan seluruh ASN Kementerian Keagamaan.

“Saya minta tidak ada ASN Kementerian Keagamaan yang partisan, apalagi ikut melakukan provokasi di tengah keragaman pilihan. ASN Kementerian Keagamaan harus menjadi simpul kerukunan dan persaudaraan. Yakinlah, bahwa kerukunan umat akan menghantarkan pada Indonesia hebat,” imbuhnya. (st)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polsek Kahut Gelar Gerakan Pangan Murah di Tumbang Miri, 125 Kilogram Beras SPHP Habis Terjual

1 Agustus 2026 - 14:08 WIB

DPRD Dukung Perempuan Dipercaya Jadi Camat

31 Juli 2026 - 14:20 WIB

Hotspot di Kurun Berhasil Dipadamkan, Polres Gunung Mas Pimpin Penanganan Karhutla Bersama Tim Gabungan

31 Juli 2026 - 12:54 WIB

Polwan Polres Gunung Mas Patroli Kamtibmas Lewat Inovasi Situkepmas, Humanis Beri Edukasi dan Kawal Distribusi MBG

30 Juli 2026 - 08:54 WIB

DPRD Ingin Pencegahan Karhutla Menjadi Gerakan Bersama

29 Juli 2026 - 11:18 WIB

Trending di Berita Utama
error: Content is protected !!