Sopir Truk Harus Bisa Tolerasi dan Jangan Ugal-Ugalan di Jalan

17

KUALA KURUN,HaloKalteng.com – Jalan Lintas Kurun-Palangka Raya, kerap kali ditemui aksi para pengendara truk pengangkut, batu bara, CPO dan lainnya yang sering ugal-ugalan di jalan. Bahkan tidak memberikan toleransi dan memikirkan keselamatan para pengguna jalan lainnya.

Olehnya, Pihak Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas Nomi Aprilia meminta seluruh sopir angkutan berat seperti batu bara, kayu maupun bermuatan minyak mentah sawit (crude palm oil) atau (CPO) harus bebas dari penggunaan obat terlarang.

“Kami meminta dengan pihak vendor, agar dilakukan pemeriksaan urine bagi para sopir yang membawa truk batu bara, kayu dan CPO ini dilakukan pemeriksaan. Ini penting supaya tidak ada pengendara yang membawa kendaraan besar dibawah pengaruh obat-obatan,” ucap Anggota DPRD Gunung Mas Nomi Aprilia, Senin (20/05/2024).

Karena menurut dia, jika mereka sopir sering kali ugal ugalan dan sering mengambil jalan pelintas yang memang dijalurnya sendiri, maka mereka yang mengendara diduga ada pengaruh obat terlarang sehingga berakibat bisa fatal. Keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Banyak yang terjadi dan dilihat dari sejumlah fakta kecelakaan lalulintas yang belakangan ini semakin banyak melibatkan angkutan truk Perusahaan, jalur yang kerap menjadi lintasan trak yaitu di Jalan Kurun Palangka Raya,” ujarnya.

Dirinya mendorong agar para pengusaha angkutan yang harus aktif untuk mencegah adanya penyalahgunaan obat terlarang itu, karena jika terjadi kecelakaan semua pihak dirugikan termasuk korban dan pemilik angkutan sendiri.

“Bayangkan kalau batu bara itu itu tumpah di jalan berapa kerugian materil yang ditimbulkan. Maka dari itu untuk para sopir ini harus jelas kualifikasinya supaya tidak sampai para sopir itu ternyata sedang dalam pengaruh obat terlarang,” demikian Nomi.(Red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.