Pedagang di Pasar Tradisional Diminta Semangat

50

 

KUALA KURUN – Anggota DPRD Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan, menyambut baik Pemkab Gumas merelokasi pasar sayur-sayuran khas Dayak yang berada di jalan Temanggung Panji VIII ke Pasar Tradisional Dermaga Kuala Kurun yang terletak di depan pasar baru jalan Sangkurun.

“Relokasi ini dalam upaya menciptakan pasar yang bersih dan nyaman, yang mampu meningkatkan pendapatan pedagang serta mewujudkan perputaran ekonomi bagi kemaslahatan bersama,” ucap Raya, Kamis 14 Desember 2023.

Di tempat yang baru, Raya berharap para pedagang tetap semangat, dan berharap pendapatan para pedagang bisa meningkat dari tempat semula di jalan Temanggung Panji VIII.

“Dinas terkait, kita harapkan bisa membuat promosi melalui saluran yang ada, supaya masyarakat mengetahui keberadaan pedagang di pasar tradisional yang baru,” kata Raya.

“Jangan sampai ketidaktahuan masyarakat dengan pasar tradisional yang ada, membuat pendapatan pedagang menurun akibat sepinya pembeli. Kasihan para pedagang kalau seperti itu,” imbuh Raya.

Senada dengan Bupati, Rayapun berharap para pedagang di pasar tradisional mulai memvariasikan barang dagangannya guna menarik minat pembeli berkunjung ke pasar tradisional.

Sebelumnya, Bupati Gumas Jaya S Monong meresmikan Pasar Tradisional Dermaga Kuala Kurun yang terletak di depan pasar baru jalan Sangkurun, Kelurahan Kuala Kurun, Selasa 12 Desember 2023.

Jaya mengatakan upaya relokasi pasar sayur-sayuran khas Dayak yang berada di jalan Temanggung Panji VIII adalah bagian penertiban oleh pihak pemerintah daerah.

“Penempatan pasar tradisional khas Dayak di lokasi ini sebagai bukti Pemerintah Daerah Kabupaten Gunung Mas hadir dan memberikan solusi, bukan cuma menggusur, tapi juga menyediakan tempat yang tepat dan lebih layak serta aman bagi para pedagang,” kata Jaya.

Jaya mengungkapkan keberadaan pasar, khususnya pasar tradisional, merupakan salah satu indikator paling nyata dari kegiatan ekonomi masyarakat di suatu wilayah. “Dengan masih hidupnya pasar tradisional ini, tentunya dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupeten Gunung Mas,” tutur Jaya.

Tidak bisa dipungkiri, lanjut Jaya, sebagian besar masyarakat memiliki daya beli yang cukup besar dan tetap memilih berbelanja di pasar tradisional dengan sejumlah alasan, diantaranya barang yang diperjualbelikan lebih segar, berkualitas dengan harga yang tetap terjangkau.

Ia menilai, relokasi pasar tradisional perlu diikuti dengan pembenahan penataan barang agar nyaman untuk berlalu lalang. Para pedagang diimbaunya untuk mulai memvariasikan barang dagangannya guna menarik minat pembeli berkunjung ke pasar tradisional.

“Dibutuhkan sinergi antara pemerintah sebagai penyedia fasilitas serta pelaku pasar itu sendiri untuk bersama-sama menciptakan pasar tradisional menjadi tempat transaksi yang layak tanpa harus menghilangkan ciri khas pasar tradisional itu sendiri,” ucap Jaya.

Jaya berharap seluruh elemen pasar tradisional baik pengelola, pedagang dan pembeli dapat bersama-sama menjaga kebersihan, memberikan pelayanan yang ramah sehingga memuaskan pembeli.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Gumas Supervisi Budi menyampaikan tujuan kegiatan yakni telah dimulainya beroperasi aktivitas jual beli di pasar tradisional sayur-sayuran khas Dayak, serta menempatkan para pedagang pada tempat yang lebih layak, tertib dan bersih.

“Sektor perdagangan, seperti pedagang di pasar tradisional ini salah satu yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, karena peran perdagangan sangat strategis dalam peningkatan perekonomian masyarakat dan kemajuan Kabupaten Gunung Mas,” jabar Budi.

Selepas dialog dengan pedagang dan mendengar aspirasi mereka, Jaya didampingi Kadisperindag Supervisi Budi, Kadis PU Baryen, Kepala DLHKP Rody Aristo Robinson dan beberapa pejabat eselon tiga meninjau lapak para pedagang yang menjual sayuran khas Dayak dan membeli sebagian dari sayuran yang dijual.

“Apa yang menjadi aspirasi para pedagang dalam dialog tadi, menjadi perhatian kita [Pemkab Gumas] dan akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait, seperti penerangan listrik dilokasi pasar, pemasangan spanduk pemberitahuan terkait kepindahan pedagang dari lokasi awal di jalan Temanggung Panji VIII ke lokasi ini, spanduk pemberitahuan keberadaan pasar tradisional di lokasi ini agar masyarakat mengetahuinya dan aspirasi lainnya,” kata Jaya. (Nof/AN)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.