Ketua DPRD Apresiasi Layanan Perpustakaan dan Kearsipan Gumas

77

 

KUALA KURUN – Ketua DPRD Gunung Mas (Gumas), Akerman G Sahidar, mengapresiasi layanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat. Salah satunya adalah layanan Bahalap dan layanan lainnya.

“Layanan seperti ini menunjukan adanya inovasi yang dimiliki pejabat di dinas tersebut. Diharapkan inovasi ini tentunya dapat diikuti oleh perangkat daerah lainnya,” kata Akerman, Kamis (8/6/2023).

Sebelumnya Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas telah meluncurkan layanan Bahalap.

“Inovasi program layanan ini untuk memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak usia dini sejak tahun 2022,” kata Bupati Gumas, Jaya S Monong, melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Yunike, Selasa (6/6/2023).

Dia menyebutkan layanan bahalap dilakukan dengan metode bercerita atau story telling, menyanyi dan aktivitas lainnya yang dapat menumbuhkan kreativitas pada anak. Bahkan kunjungan masyarakat ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan terus meningkat.

“Sehingga budaya literasi atau membaca akan semakin meningkat dalam meningkatkan Indeks Literasi Pembangunan Masyarakat (ILPM) di Kabupaten Gunung Mas,” ucap Yunike.

Program layanan tersebut sudah bekerjasama dengan pihak satuan pendidikan TK dan SD dilaksanakan setiap Rabu dan Kamis. Sesuai jadwal pihak sekolah bersama peserta didik datang ke Dinas dan diberikan layanan bahalap dengan metode yang menarik kepada peserta didik.

Yunike mengaku bahwa dalam perjalanannya hingga saat ini program tersebut mendapat antusias yang sangat baik dari peserta didik, salah satunya story telling. Karena Story telling memberikan banyak manfaat bagi anak. Diantaranya meningkatkan kemampuan bahasa pada anak, anak memahami alur cerita, serta menumbuhkan kreativitas pada anak untuk berimajinasi dan memberikan ide-ide baru.

“Orang tua bisa menceritakan kepada anak kisah kepahlawanan, kisah perjuangan ataupun kisah tokoh dalam meraih kesuksesan. Cerita yang disampaikan ke anak harus mengandung pesan moral dalam bentuk lelucon ataupun hiburan,” demikian Yunike. (AN/Nop)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.