Jika Abaikan Tanggung Jawab, Bupati Persilahkan PBS Hengkang dari Gumas

70

KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S. Monong melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Tumbang Ponyoi Kecamatan Kahayan Hulu Utara (Kahut), PADA Sabtu (20/5) dan Minggu (21/5).

Turut serta anggota DPRD Gumas Evandi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Baryen, Plt Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Bambang Jaya, dan beberapa personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pada kunkernya, Jaya dan rombongan menempuh perjalanan darat menggunakan mobil double gardan dari Desa Dandang ke Desa Tumbang Ponyoi dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam, melewati jalanan berbukit dan berlumpur.

Setibanya di Desa Tumbang Ponyoi, Jaya dan rombongan di sambut Camat Kahut Efendi W Rasa, Kepala Desa (Kades) Tumbang Ponyoi Melky Sudiarjo dan beberapa kades, serta tradisi adat potong pantan. Jaya selanjutnya menyapa dan menyalami warga desa yang antusias menyambut kedatangannya.

Selepas ibadah syukur keluarga  Melky Sudiarjo, Jaya dan rombongan didampingi Efendi W Rasa dan beberapa kades mengunjungi dam air bersih Sungai Rukap Desa Tumbang Ponyoi, dilanjutkan dengan berjalan kaki  memantau rumah warga  tidak layak huni.

Usai kegiatan, Jaya menyampaikan kunkernya untuk melihat langsung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan desa di Daerah Aliran Sungai (DAS) Hamputung, yakni Desa Tumbang Tajungan, Tumbang Takaoi, Tumbang Korik dan Tumbang Ponyoi, melihat dam air bersih Sungai Rukap, dan melihat rumah warga tidak layak huni yang nantinya masuk program bedah rumah.

“Kita bersama tadi sudah meninjau dam air bersih Sungai Rukap Desa Tumbang Ponyoi. selanjutnya akan disusun dalam sebuah perencanaan yang nantinya dituangkan dalam sebuah proposal, yang selanjutnya akan diusulkan kepada pihak perusahaan besar swasta (PBS) yang berinvestasi di wilayah Kecamatan Kahayan Hulu Utara, untuk mendukung pembangunan melalui dana CSR (Corporate Social Responsibiliy),” papar Jaya.

Ia menyatakan, dukungan perusahaan mulai dari penyiapan pipa sampai ke sambungan rumah warga. Jaya pun minta DPU untuk melakukan pengkajian soal kualitas air sebelum dikonsumsi warga desa. Ia ingin semua warga desa mendapatkan air bersih dari dam Sungai Rukap dengan dukungan CSR PBS.

Hal yang sama [CSR PBS] juga dilakukan pada penanganan jalan dan jembatan desa di DAS Hamputung. Akan diusulkan ke PBS untuk mendukung penanganan jalan dan jembatan yang rusak melalui CSR.

Jaya tegaskan sebuah keniscayaan bagi PBS khususnya di wilayah Kahut untuk mendukung penanganan jalan dan jembatan yang rusak demi kepentingan masyarakat mengingat terbatasnya APBDes.

“Beberapa kali kita [Pemkab Gumas] sampaikan ke mereka [PBS di Gumas] bahwa kita mendukung investasi yang masuk, dengan tidak sekedar mengejar keuntungan, tapi melaksanakan kewajibannya, mendukung pembangunan demi kemaslahatan masyarakat dan wilayah ini,” tutur Jaya.

“Tapi jika mereka hanya mengejar keuntungan dan mengabaikan tanggung jawabnya sosial dan lingkungan, kita persilahkan mereka hengkang dari wilayah ini, karena kita menginginkan investasi yang sehat, investasi yang memperhatikan kepentingan masyarakat,”  tegasnya.

Menurut Jaya, Pemkab Gumas telah beberapa kali melakukan komunikasi dengan pimpinan PBS merealisasikan CSR untuk mendukung pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, fasilitas keagamaan, perbaikan jalan dan jembatan serta bidang lainnya yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Jaya dan rombongan bermalam di rumah Kades Tumbang Ponyoi, hasupa hasundau dengan warga desa, mendengarkan apa yang jadi harapan warga desa. Jaya berkomunikasi dengan warga menggunakan bahasa Ot Danum. (vri)

IKLAN GIP RAMADAN PEMKAB KATINGAN
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.