Bahaya Minum Teh Setelah Makan

258

Di Indonesia sudah terlalu lumrah kita melihat disetiap akhir makan pasti diberikan suguhan minuman segar nan nikmat, biasa kita sebut dengan minum the atau minum es teh. Sampai sampai banyak pedagang di sekitar kita menjual minuman ini dari harga yang murah sampai harga yang cukup mahal.

Teh ini sendiri memang punya banyak manfaat bagi kesehatan seperti dapat meningkatkan antioksidan dalam tubuh, dapat membantu menurunkan berat badan, membuat kulit lebih sehat, meningkatkan kesehatan jantung, memperbaiki kualitas tidur serta menurunkan resiko diabetes.

 

Dalam satu cangkir teh terdapat zat-zat yang kaya akan manfaat :

  1. Vitamin A yang ada pada teh berbentuk betakaroten merupakan vitamin yang diperlukan tubuh dapat tercukupi.
  2. Vitamin C berfungsi sebagai imunitas atau daya tahan tubuh.
  3. Vitamin E dalam satu cangkir teh yaitu sebanyak 100-200 IU yang merupakan kebutuhan satu hari bagi tubuh manusia. Jumlah ini berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi lebih halus.
  4. Polifenol, pada the berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas daam tubh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ada di tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi dan juga dari makanan yang kita makan.

Tidak heran apabila teh  menjadi pilihan nomor satu  minuman favorit oleh orang-orang karena rasanya yang manis dibandingkan dengan air putih. Namun, apakah teman-teman suka minum teh atau es teh setelah makan yang enak?

Dari sisi kesehatan, kebiasaan meminum teh setelah makan adalah kebiasaan yang keliru! Mengapa demikian? Mari kita kupas satu satu.

Pertama, minum teh setelah makan dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Karena kandungan asam fitat yang ada pada teh dapat mengacaukan penyerapan zat gizi pada tubuh. Perlu diketahui bahwa setelah makan, tubuh akan bertugas untuk mencerna dan menyerap seluruh manfaat dari makanan yang akan dikonsumsi.

Interaksi anatar asam fitat yang ada dalam teh disebut dapat menghambat penyerapan zat besi (Fe), seng (Zn), dan Magnesium (Mg). Jika hal ini terjadi, dikhawatirkan orang yang mengonsumsi teh setelah makan akan mengalami anemia atau kekurangan zat besi. Oleh karena itu banyak penelitian lebih menyarankan untuk banyak minum air putih setelah makan karena air putih telah terbukti dapat membantu proses  pencernaan makanan.

Tidak hanya air putih, teman-teman juga dapat mengkonsumsi minuman atau jus buah yang banyak mengandung vitamin C, sebab minuman tersebut dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi. Namun, pastikan bahwa minuman yang kita pilih tidak mengandung gula, ya tujuannya agar dapat terhindar dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan seperti gigi berlubang hingga meningkatkan kadar gula dalam darah dan obesitas.

Kedua, dapat memicu terjadinya konstipasi. Teh memiliki kandungan senyawa tannin didalamnya. Nah… karena adanya kandungan tersebut, mengonsumsi teh setelah makan dikahwatirkan dapat memicu terjadinya konstipasi atau sembelit. Oleh karena salah satu manfaat dari tannin pada teh adalah bersifat anti diare, senyawa tersebut bekerja dengan cara mengumpulkan protein disekitarnya.

Ketiga, dapat menimbulkan gangguan pencernaan. Kafein yang juga terkandung dalam teh dapat meningkatkan asam lambung yang menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan hingga muncul gejala mual, nyeri ulu hati dan diare jika dikonsumsi dalam kondisi pertut kosong, hingga beresiko mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yakni asam lambung naik hingga kerongkongan yang mengakibatkan dada dan tenggorokan terasa panas dan terbakar.

Keempat, dapat memicu penyakit diabetes. Teh yang dikonsumsi sewajarnya mempunyai dampak baik bagi kesehatan, akan tetapi jika dikonsumsi berlebih ditambah dengan gula dan susu tinggi lemak, maka akan mengakibatkan peningkatan kadar gula darah (diabetes).

Sebenarnya minum teh setelah makan tidak sepenuhnya dilarang. Asalkan menu makanan yang dikonsumsi cukup bervariasi. Seperti memiliki sumber nabati dan hewani serta vitamin C yang bisa didapat dari sayur dan buah-buahan.

Namun, agar lebih aman sebaiknya berilah jeda anatara makan dan minum teh. Minum teh setelah makan pun sebaiknya dilakukan secukupknya saja. Artinya teman-teman harus membatasi berapa banyak teh yang masuk kedalam tubuh. Ada baiknya untuk tidak mengkonsumsi teh lebih dari satu cangkir setelah makan.

Pemberian jeda waktu hingga satu sampai dua jam ini dilakukan karena pencernaan sudah selesai menyerap berbagai zat gizi dari makanan yang kita konsumsi. Untuk itu, berbagai kandungan yang bermanfaat bagi tubuh juga jadi lebih mudah dicerna serta diserap oleh tubuh. Teh menjadi tak lewat begitu saja pada tubuh kita

Minum teh memang memiliki khasiatnya sendiri bagi tubuh, tapi jika ragu sebaiknya batasi asupan teh dalam tubuh. Daripada teh, cobalah untuk rutin minum air setidaknya dua liter dalam satu hari. Tujuannya agar cairan tubuh yang hilang setelah seharian beraktivitas dapat tergantikan, sehingga kamu dapat terhindar dari dehidrasi.

Oleh sebab itu lah teman-teman tidak boleh langsung meminum teh setelah makan. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Iklan Ramadan Halokalteng
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.