KASONGAN – HaloKalteng.com – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Katingan diisi dengan kegiatan yang mendorong kreativitas dan keberanian anak sejak usia dini. Puluhan peserta didik PAUD dari berbagai sekolah di Kecamatan Katingan Hilir ambil bagian dalam lomba mewarnai yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH-2) Kasongan, Kamis 6 Agustus 2026.
Kegiatan yang diprakarsai Tim Penggerak PKK Kabupaten Katingan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan dan Bunda PAUD Kabupaten Katingan tersebut diikuti tiga anak berusia 3 hingga 6 tahun dari setiap lembaga PAUD di Kecamatan Katingan Hilir.
Sejak pagi, para peserta tampak antusias menuangkan kreativitas mereka melalui beragam warna pada gambar yang telah disiapkan panitia. Suasana semakin semarak dengan kehadiran para guru dan orang tua yang turut memberikan dukungan kepada anak-anak selama mengikuti perlombaan.
Ketua TP PKK yang juga Bunda PAUD Kabupaten Katingan, Sumiati Saiful, hadir memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Selain menyerahkan piala kepada para pemenang, ia juga membagikan susu kepada anak-anak sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi di tengah kondisi kabut asap yang masih terjadi di Kabupaten Katingan.
Menurut Sumiati, kegiatan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk melatih kemampuan motorik, daya imajinasi, dan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
“Setiap anak memiliki potensi dan kreativitas yang berbeda. Melalui kegiatan seperti ini, mereka belajar berani mengekspresikan diri tanpa harus terbebani oleh hasil akhir. Yang terpenting adalah proses belajar dan pengalaman yang mereka peroleh,” jelasnya.
Dia juga mengingatkan para orang tua agar tetap memperhatikan kesehatan anak selama musim kabut asap. Penggunaan masker saat berada di luar rumah, konsumsi makanan bergizi, vitamin, serta memperbanyak minum air putih menjadi langkah penting untuk menjaga daya tahan tubuh anak.
Di sisi lain, Sumiati mengajak seluruh pendidik PAUD untuk terus memperkuat penerapan layanan PAUD Holistik Integratif yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan anak secara terpadu.
Dia menambahkan, pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun. Karena itu, peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan agar setiap anak memperoleh pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Arianson, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kegiatan edukatif yang mampu mengembangkan bakat dan kreativitas peserta didik.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan yang menyenangkan sehingga anak dapat belajar sambil bermain.
“Pemerintah Kabupaten Katingan berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sejak usia dini. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh peserta didik,” katanya.
Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, kreatif, cerdas, serta memiliki karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan. (AN)