KUALA KURUN – HaloKalteng.Com –Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, aman dan damai. Langkah responsif ini ditunjukkan melalui tindakan cepat jajaran humas dalam mengklarifikasi peredaran informasi palsu (hoaks) di media sosial yang sempat menyita perhatian publik dalam beberapa hari terakhir.
Kabar bohong yang menjadi sorotan tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Nazwa Ahmad pada Kamis, 15 Mei 2026 lalu. Unggahan itu memuat narasi provokatif bernada sadis dengan judul “Sungguh k3jam !!! Ahmad Syamsuri Dikeroyok dan DIHAJAR 40 ORANG, Lalu Tangan Kaki DIGERGAJI Hidup-Hidup Karena Tolak Tambang”, dengan klaim lokasi peristiwa di Desa Tumbang Naan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gumas.
Menanggapi keresahan yang berpotensi timbul akibat informasi ekstrem tersebut, PS Kasihumas Polres Gunung Mas Ipda Abner, S.Sos., langsung bergerak cepat melakukan langkah konfirmasi dan verifikasi faktual. Pihak Humas segera menghubungi Kapolsek Manuhing Iptu Teguh Triyono, S.H, M.M, guna memastikan keabsahan peristiwa yang dituduhkan dalam unggahan yang viral tersebut.
Dari hasil konfirmasi mendalam di lapangan, Kapolsek Manuhing menegaskan bahwa lokasi yang disebutkan dalam unggahan akun tersebut sama sekali tidak ada di wilayah hukum Polsek Manuhing, Polres Gumas. Selain itu, hingga saat ini Polsek Manuhing tidak ada menerima laporan maupun informasi apa pun dari masyarakat terkait peristiwa kekerasan mengerikan sebagaimana yang diinformasikan.
Tidak berhenti di situ, demi memberikan kepastian informasi yang akurat dan ketenangan bagi warga, Ipda Abner juga berkoordinasi secara intensif dengan personel lapangan Satintelkam Polres Gunung Mas, penelusuran ke Dinas Dukcapil Kabupaten Gumas. Fakta yang didapat tidak ditemukan data nama diduga korban yang tinggal di Kecamatan Manuhing. Kemudian dilakukan penelusuran digital yang mendalam, tim intelijen berhasil mengupas asal-usul foto serta narasi yang digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan tim Intelkam, dipastikan bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk disinformasi yang berasal dari sumber informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan murni yang sengaja dimana Foto dalam gambar yang disebarkan tersebut sebenarnya adalah foto almarhum Salim Kancil, seorang aktivis lingkungan yang menjadi korban pembunuhan tragis di Desa Selok Awar-Awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kalau tidak salah,” terang Kasi Humas Polres Gumas mewakili Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, Kami juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi di media sosial yang belum diketahui pasti kebenarannya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menyaring informasi maupun berita sebelum sharing di media Sosial, Jangan mudah terprovokasi oleh narasi-narasi yang sengaja dibuat untuk menciptakan kegaduhan. Polres Gumas berkomitmen penuh menjaga kedamaian dan memastikan bahwa wilayah Gunung Mas tetap aman dari segala bentuk provokasi digital, dan apabila ada kejadian apapun bisa melaporkan secara online di 110 gratis tanpa didipungut biaya apapun” ujar Ipda Abner, Senin (18/5/2026) pagi.
Pihak kepolisian juga mengapresiasi sikap kritis sebagian masyarakat yang memilih untuk tidak langsung menyebarkan berita tersebut, melainkan menunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang. Langkah proaktif Polres Gunung Mas dalam mematahkan disinformasi ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang baik agar warga semakin cerdas dan bijak dalam bermedia sosial.
Melalui klarifikasi berkekuatan hukum ini, Polres Gumas memastikan bahwa situasi di Kecamatan Manuhing dan seluruh Kabupaten Gumas berada dalam keadaan yang sangat aman dan kondusif.
Polisi akan terus mengawal ruang digital demi kenyamanan seluruh masyarakat dan menindak tegas setiap upaya penyebaran berita bohong yang dapat menggangu stabilitas kemanan wilayah. (Tim Redaksi)