halokalteng.com, PURUK CAHU – Anggota sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan dan Ketua Komisi II DPRD Murung Raya Bebie S Sos SH SP MM M AP mengajak seluruh masyarakat, yang juga rata – rata pengguna aktif media sosial ataupun platform digital lainnya untuk lebih bijak (saring sharing.red) saat mendapatkan berbagai informasi yang beredar di beranda medsosnya masing – masing.
Imbauan tersebut menyusul maraknya penyebaran narasi yang di nilai berpotensi menimbulkan keresahan hingga memicu kepanikan di tengah masyarakat.
DPRD menilai, perkembangan teknologi informasi saat ini membuat arus penyebaran berita berlangsung sangat cepat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga membuka peluang munculnya informasi yang belum tentu benar, tidak terverifikasi, bahkan mengandung unsur provokasi.
Karena itu, masyarakat di minta tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang di terima tanpa melakukan pengecekan dan klarifikasi terlebih dahulu.
“Masyarakat harus lebih teliti dan kritis dalam menerima informasi. Jangan langsung mempercayai dan menyebarkan informasi yang sumbernya belum jelas, apalagi jika itu berpotensi menimbulkan kepanikan,” ujar Bebie, Senin (18/5/2026).
Selain itu, masyarakat juga di imbau untuk mengutamakan informasi yang berasal dari sumber resmi, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga yang memiliki kewenangan terkait.
Langkah tersebut di nilai penting guna mencegah berkembangnya isu-isu liar yang dapat memperkeruh situasi di tengah masyarakat.
DPRD juga menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks dapat berdampak luas, mulai dari munculnya keresahan sosial, terganggunya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga memicu kesalahpahaman antarwarga.
“Oleh sebab itu, kesadaran masyarakat dalam memilah informasi menjadi hal yang sangat penting di era digital saat ini,” ujarnya lagi.
Tidak hanya itu, Bebie turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, insan pers, dan pengguna media sosial, untuk bersama-sama menjaga ruang informasi yang sehat, edukatif, dan bertanggung jawab. Literasi digital di nilai menjadi salah satu kunci utama agar masyarakat mampu memahami serta membedakan informasi yang benar dan yang menyesatkan.
Bebie berharap masyarakat dapat lebih tenang dan tidak mudah terpancing oleh narasi yang belum terbukti kebenarannya. “Dengan sikap yang bijak dalam menerima informasi, di harapkan situasi kondusif dan ketertiban di tengah masyarakat dapat terus terjaga,” tandasnya. (editor 1)