KUALA KURUN – HaloKalteng.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kini mulai dirasakan dampak positifnya secara langsung masyarakat di Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Tidak hanya soal pemenuhan nutrisi anak, program ini terbukti ampuh menjadi sandaran ekonomi bagi keluarga prasejahtera di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan terbaru dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Gumas, dukungan dari masyarakat terhadap keberlanjutan program ini sangat besar. Itu terlihat dari antusiasme orang tua siswa yang merasa sangat terbantu dengan adanya program MBG di sekolah, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori ekonomi menengah ke bawah.
“Sebagian besar keluarga merasa pengeluaran harian mereka menjadi jauh lebih ringan. Dengan adanya MBG di sekolah, alokasi dana rumah tangga yang sebelumnya habis untuk konsumsi harian, kini dapat dialihkan untuk kebutuhan mendesak lainnya,” ucap Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H, M.Si, Senin, 11 Mei 2026.
Dia mengatakan, kondisi ini juga mengubah pola keseharian para orang tua di Kota Kuala Kurun dan sekitarnya. Mereka tidak lagi terbebani rutinitas menyiapkan bekal setiap pagi, dan penggunaan uang jajan anak mulai disesuaikan secara lebih bijak oleh masing-masing keluarga penerima manfaat.
“Fokus utama MBG memang menyasar keluarga kurang mampu sebagai prioritas. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan bahwa setiap anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan hak nutrisi yang setara demi pertumbuhan optimal,” terangnya.
Dia menyampaikan, Polri sepenuhnya mendukung pengawasan dan kelancaran program ini agar tepat sasaran ke mereka yang membutuhkan. Program MBG ini benar-benar memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.
“Fokusnya memang diarahkan kepada keluarga kurang mampu sebagai prioritas penerima guna memastikan asas keadilan sosial terpenuhi,” ujarnya.
Berdasarkan data internal hasil survei Tim Satgas di tiga wilayah Kabupaten Gumas menunjukkan angka yang fantastis. Lebih dari 80 persen keluarga berpenghasilan rendah secara tegas mendukung agar program MBG terus dilanjutkan karena alasan keamanan pangan bagi anak-anak mereka.
“Para orang tua mengaku merasa lebih tenang dan tidak lagi diliputi kecemasan memikirkan gizi anak saat berada di sekolah,” jelasnya.
Dia menambahkan, langkah pemerintah membenahi tata kelola dengan memprioritaskan keluarga pra sejahtera dinilai sebagai keputusan yang sangat tepat sasaran. Melalui pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan Satgas, diharapkan MBG bisa jadi fondasi kuat dalam mencetak generasi emas dari Kabupaten Gumas sehat dan cerdas.
“Kepastian anak mendapatkan asupan protein dan nutrisi yang cukup setiap hari menjadi alasan fundamental di balik kuatnya dukungan warga terhadap kebijakan pemerintah,” pungkasnya. (Tim Redaksi)