Program MBG di Gunung Mas Jadi Lapangan Kerja Baru bagi Warga

KUALA KURUN – HaloKalteng.Com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto membawa dampak ganda bagi masyarakat Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Tak hanya soal pemenuhan nutrisi pelajar, kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kurun dan Mihing Raya bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang membuka peluang kerja luas bagi warga lokal.

Implementasi program tersebut mulai menyentuh warga, dimana dapur SPPG tidak lagi sekadar tempat memasak, tapi menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

“Ekosistem MBG sudah menyerap tenaga kerja dari berbagai lapisan, mulai juru masak, tim persiapan bahan baku, tenaga distribusi, hingga melibatkan pelaku UMKM sebagai pemasok pangan,” ucap Kapolres Gumas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K, M.H, melalui Kabag Ops AKP Nurheriyanto Hidayat, S.H, M.Si, Kamis, 30 April 2026.

Dia mengatakan, Kabupaten Gumas melalui SPPG Polri di Polres Gumas telah memulai langkah nyata itu dengan memberdayakan masyarakat sekitar, untuk terlibat langsung dalam rantai produksi pangan bergizi. Antusiasme terpancar dari wajah para penerima manfaat, baik siswa maupun para pekerja di dapur SPPG Kurun dan Tumbang Empas.

“Keterlibatan masyarakat dalam menyiapkan bahan, memasak dan pengemasan memberi kebanggaan tersendiri, karena turut berkontribusi bagi kesehatan generasi muda di daerah,” terangnya.

Dia mengatakan, kehadiran MBG menjadi harapan baru bagi ekonomi keluarganya. Program ini dinilai sangat inklusif karena mampu merangkul warga yang menganggur maupun orang tua yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, memberikan mereka penghasilan yang layak dan stabil.

“Kesejahteraan para pekerja juga menjadi perhatian serius. Dengan standar penghasilan yang kompetitif dari BGN, para relawan dan juru masak lokal diberi upah layak dan memiliki sumber pendapatan pasti, yang mampu mendongkrak daya beli masyarakat,” jelasnya.

Dia memastikan bahwa Polri akan terus mengawal operasional SPPG agar berjalan aman dan tepat sasaran, sembari berharap cakupan dapur ini terus meluas ke wilayah lain di Kabupaten Gumas.

“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi, bukan hanya anak-anak yang mendapatkan makanan bergizi, tapi juga para orang tua yang kini memiliki pekerjaan,” ujarnya.

Di tengah penguatan standar kualitas, pemerintah melalui SPPG Polri juga menerapkan sistem pengawasan dan pelaporan yang ketat. Setiap unit layanan diwajibkan menjalankan administrasi yang transparan dan akuntabel.

“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran negara yang dikelola benar-benar sampai ke tangan yang berhak dan bebas dari praktik penyimpangan,” tegasnya.

Dia menambahkan, MBG tumbuh menjadi kebijakan sosial ekonomi komprehensif di Kabupaten Gumas. Program ini membuktikan keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil melalui penguatan UMKM dan penciptaan lapangan kerja.

“Dengan tata kelola yang terus dibenahi, masa depan generasi emas Indonesia yang sehat dan sejahtera bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun dari dapur lokal,” tandasnya. (Tim Redaksi)

Facebook Comments Box